Pariwisata Labuan Bajo dan TN Komodo: Seberapa Besar dan Siapa Diuntungkan?
Pariwisata Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo mencatat lonjakan kunjungan wisatawan hingga ratusan ribu orang per tahun, tetapi kontribusinya terhadap PDRB Manggarai Barat masih di bawah 1 persen pada awal periode RPJMD.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Pariwisata di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo kini menjadi salah satu penopang ekonomi Manggarai Barat, tetapi kontribusinya terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) masih di bawah 1 persen pada awal periode RPJMD 2021–2026, sementara jumlah wisatawan ke TN Komodo melonjak tajam hingga ratusan ribu kunjungan per tahun menurut Balai Taman Nasional Komodo dan pemerintah daerah.
Seberapa besar kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo?
Menurut laporan perjalanan yang mengutip data Balai Taman Nasional Komodo, sepanjang 2025 kawasan TN Komodo dikunjungi 432.217 orang, dengan puncak kunjungan pada Juli dan kunjungan terendah pada Januari 2025. Data yang sama merinci bahwa sebelum lonjakan 2025, kunjungan pada 2022 sekitar 144.724 orang, naik menjadi sekitar 300.488 orang pada 2023 dan 334.206 orang pada 2024.
Balai Taman Nasional Komodo juga melaporkan bahwa periode Januari–Mei 2025 mencatat 122.534 kunjungan, dengan rincian 90.444 wisatawan mancanegara dan 32.090 wisatawan nusantara, dan April menjadi bulan dengan kunjungan tertinggi dalam lima bulan pertama tahun itu. Dalam periode lebih panjang Januari–Agustus 2025, sebuah laporan lokal yang mengutip BTNK menyebut angka 293.603 wisatawan, dengan puncak kunjungan pada Juli dan Agustus.
Siapa yang paling banyak datang: wisatawan mancanegara atau nusantara?
Menurut sajian data BTNK yang dikutip media nasional dan lokal pada 2025 dan 2026, wisatawan mancanegara masih mendominasi kunjungan ke TN Komodo. Dalam laporan kunjungan sepanjang 2025, sekitar 340.048 kunjungan disebut sebagai wisatawan mancanegara dan 92.169 sebagai wisatawan nusantara, sehingga lebih dari dua pertiga dari total kunjungan berasal dari luar negeri.
Untuk periode Januari–Mei 2025, BTNK merinci 90.444 wisatawan mancanegara dan 32.090 wisatawan nusantara, dan media lokal Labuan Bajo mencatat pola serupa untuk Januari–April 2025 dengan sekitar 62.912 wisatawan mancanegara dan 17.584 wisatawan nusantara. Dokumen kajian indeks pariwisata inklusif pemerintah daerah Manggarai Barat pada 2024 juga menggambarkan bahwa tamu hotel di Labuan Bajo banyak berasal dari Eropa, terutama Italia, Prancis, dan Jerman.
Bagaimana pola kunjungan pada periode libur dan musim ramai?
Balai Taman Nasional Komodo mencatat bahwa libur Lebaran menjadi salah satu puncak kunjungan wisata. Menurut pernyataan Kepala BTNK yang dikutip beberapa media pada April 2025, sebanyak 14.949 wisatawan datang ke TN Komodo selama libur Lebaran 2025, dengan 7.494 wisatawan mancanegara dan 7.455 wisatawan nusantara dalam periode 28 Maret hingga awal April.
Kepala BTNK menjelaskan bahwa pada periode Lebaran tersebut, tanggal 4 April 2025 menjadi hari dengan kunjungan tertinggi, mencapai 2.240 orang, sementara tanggal 28 Maret 2025 adalah hari dengan kunjungan terendah sekitar 667 orang. Dalam skala bulanan, data BTNK yang dikutip media menyebut puncak kunjungan tahunan 2025 terjadi pada Juli, dengan lebih dari 63 ribu wisatawan dalam satu bulan, diikuti Agustus dan Juni sebagai bulan ramai.
Berapa kontribusi pariwisata terhadap PDRB Manggarai Barat?
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Manggarai Barat 2021–2026 memuat indikator kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB. Menurut dokumen resmi itu, kontribusi pariwisata terhadap PDRB Manggarai Barat sekitar 0,73 persen pada 2016, naik menjadi 0,77 persen pada 2017, 0,80 persen pada 2018, tetap 0,80 persen pada 2019, lalu turun menjadi 0,50 persen pada 2020.
Angka dalam RPJMD 2021–2026 tersebut menunjukkan bahwa meskipun kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo dan TN Komodo terus meningkat, bagian nilai tambah pariwisata dalam PDRB Manggarai Barat pada periode sebelum pandemi masih di bawah 1 persen. Pemerintah daerah menggunakan indikator ini untuk memantau sejauh mana pariwisata benar-benar menyumbang terhadap struktur ekonomi lokal, di samping sektor lain seperti pertanian dan jasa.
Apa yang menjadi perhatian pemerintah daerah dari lonjakan wisata?
Dokumen kajian pariwisata inklusif yang diterbitkan badan perencanaan pembangunan daerah Manggarai Barat pada 2024 menyoroti profil pengunjung, sebaran tamu hotel, dan persoalan inklusivitas manfaat pariwisata bagi warga lokal. Kajian tersebut menyebut bahwa sebagian besar tamu di akomodasi hotel Labuan Bajo adalah wisatawan asing, yang menjadi dasar pemerintah daerah merancang strategi agar belanja wisata lebih banyak mengalir ke pelaku usaha lokal.
Dalam RPJMD 2021–2026, pemerintah Manggarai Barat memasukkan pengembangan pariwisata sebagai salah satu program prioritas dengan target peningkatan kontribusi terhadap PDRB dan penyerapan tenaga kerja. Lonjakan kunjungan ke TN Komodo yang dilaporkan BTNK dan berbagai media pada 2025 dan 2026 menjadi konteks baru bagi pelaksanaan rencana tersebut, termasuk kebutuhan pengaturan daya dukung kawasan konservasi dan infrastruktur dasar di Labuan Bajo dan desa wisata sekitarnya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Mabar
Seberapa Parah Kemiskinan Manggarai Barat dan Apa Peran Pariwisata Labuan Bajo?
Kemiskinan di Manggarai Barat, termasuk Labuan Bajo, menurun pelan tetapi jumlah penduduk miskin masih sekitar 50 ribu orang.
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga



