Kabar Labuan Bajo

Rabu, 21 Oktober 2026

PDRB per Kapita Manggarai Barat 2024: Cara Membaca Angkanya

PDRB per kapita Manggarai Barat mencapai Rp16.628,84 juta pada 2024. Angka ini mengukur nilai ekonomi rata-rata, bukan pendapatan yang diterima setiap warga.

Oleh

· 2 menit baca

PDRB per kapita Manggarai Barat mencapai Rp16.628,84 juta pada 2024, menurut BPS Kabupaten Manggarai Barat, 2025. Angka ini menggambarkan nilai ekonomi rata-rata per penduduk, bukan pendapatan yang diterima setiap orang. Karena itu, PDRB per kapita perlu dibaca bersama kemiskinan, ketimpangan, dan struktur ekonomi daerah.

Apa arti PDRB per kapita?

PDRB per kapita adalah nilai PDRB dibagi jumlah penduduk. Dalam laporan Regional Diagnostic Kabupaten Manggarai Barat, angka itu disajikan dalam juta rupiah per kapita dan digunakan sebagai indikator keluaran ekonomi rata-rata, bukan ukuran langsung upah atau penghasilan rumah tangga.

Menurut Bappeda Kabupaten Manggarai Barat, 2025, PDRB per kapita naik dari Rp14.621,32 juta pada 2022 menjadi Rp15.710,41 juta pada 2023, lalu Rp16.628,84 juta pada 2024. Ketiga angka tersebut bersumber dari BPS Kabupaten Manggarai Barat.

Apakah angka itu berarti warga menerima Rp16.628,84 juta?

Tidak. PDRB mencatat nilai barang dan jasa yang dihasilkan di wilayah Manggarai Barat, kemudian angka itu dirata-ratakan berdasarkan jumlah penduduk. Hasilnya tidak menunjukkan pembagian pendapatan yang sama di antara seluruh warga.

Laporan Bappeda Kabupaten Manggarai Barat, 2025, mencatat jumlah penduduk sekitar 276,28 ribu jiwa pada 2024. Angka penduduk dan PDRB per kapita berasal dari rangkaian statistik BPS, tetapi keduanya tetap merupakan indikator agregat daerah.

Sektor apa yang menopang ekonomi Manggarai Barat?

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang sekitar 37,8 persen PDRB Manggarai Barat pada 2024, menurut Bappeda Kabupaten Manggarai Barat, 2025. Artinya, struktur ekonomi daerah masih sangat terkait dengan kegiatan berbasis sumber daya alam.

Kontribusi sektor tersebut membantu menjelaskan mengapa kenaikan PDRB per kapita tidak otomatis berarti semua rumah tangga mengalami kenaikan kesejahteraan dalam besaran yang sama. PDRB mengukur produksi ekonomi wilayah, sedangkan kesejahteraan membutuhkan indikator tambahan.

Bagaimana membacanya bersama data kemiskinan?

Persentase penduduk miskin Manggarai Barat tercatat 16,74 persen pada 2024, menurut Bappeda Kabupaten Manggarai Barat, 2025, yang mengolah data BPS. Pada tahun yang sama, jumlah penduduk miskin tercatat sekitar 50,68 ribu jiwa.

Perbandingan ini menunjukkan fungsi PDRB per kapita sebagai ukuran ekonomi rata-rata, bukan kesimpulan tunggal tentang pemerataan. Untuk membaca kondisi sosial Manggarai Barat, angka tersebut harus dilihat bersama kemiskinan dan indikator pembangunan lain.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Mabar

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.