Kabar Labuan Bajo

Jumat, 6 November 2026

Jalan Menuju Huntap Lewotobi di Kuhe Hampir Rampung

Jalan menuju Kuhe, lokasi hunian tetap penyintas erupsi Lewotobi di Flores Timur, sudah diaspal hingga ujung lokasi. Tersisa perapian bahu jalan sepanjang 500 meter.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Jalan aspal lengang dengan marka garis kuning ganda di tengah pepohonan rindang.
Ilustrasi: Jalan aspal lengang dengan marka garis kuning ganda di tengah pepohonan rindang. · Foto: Max Andrey / Pexels

Larantuka — Jalan menuju Kuhe, salah satu lokasi hunian tetap bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, hampir rampung pada Kamis, 5 November 2026. Pengaspalan sudah mencapai ujung lokasi, sedangkan pekerjaan yang tersisa berupa perapian bahu jalan sepanjang 500 meter.

Ruas jalan yang dikerjakan PT Dewi Graha Indah itu memiliki panjang lebih dari 10 kilometer. Pejabat Pembuat Komitmen 4.5 Balai Pelaksana Jalan Nasional NTT, Viktor Nale, mengatakan hotmix telah selesai dan pekerjaan kini berfokus pada bahu jalan. Setelah seluruh pekerjaan tuntas, proyek akan memasuki serah terima sementara atau Provisional Hand Over (PHO) dari kontraktor kepada pemilik proyek.

Akses ini menghubungkan kawasan depan Kopdit San Dominggo menuju Kuhe. Petani desa mulai merasakan manfaatnya karena hasil bumi dapat diangkut lebih mudah melalui jalan yang sudah mulus.

Akses Kuhe memudahkan warga dan mendukung huntap

Kuhe telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Flores Timur sebagai salah satu lokasi pembangunan hunian tetap bagi penyintas Lewotobi. Karena itu, selesainya akses jalan menjadi kebutuhan langsung bagi warga yang akan tinggal di kawasan relokasi sekaligus bagi masyarakat sekitar yang menggunakan jalur tersebut.

Viktor menyebut pihaknya juga sedang menyurvei 10 titik rawan yang akan dilengkapi penerangan jalan. Saat keterangan diberikan, baru dua titik lampu yang tersedia, sementara delapan titik lainnya masih diperiksa untuk menentukan lokasi pemasangan.

Pengerjaan jalan sebenarnya ditargetkan selesai sebelum November. Namun, aktivitas angkutan material terhambat lebih dari sebulan akibat erupsi gunung dan gempa Flores pada 15 Agustus 2026.

Langkah berikutnya adalah menyelesaikan perapian bahu jalan sebelum dilakukan PHO. Penerangan pada titik-titik rawan juga masih menunggu hasil survei lapangan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores Raya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.