Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 31 Oktober 2026

Konferensi Republik Bahas Kedaulatan Rakyat di Maumere

Konferensi Republik berlangsung di Maumere, Kabupaten Sikka, pada 30–31 Oktober 2026. Forum menghadirkan 39 narasumber dan menargetkan 3.000 peserta.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: pantai tanjung kajuwulu, kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: pantai tanjung kajuwulu, kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. · Foto: Dhimas deriansyah / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Maumere — Konferensi Republik berlangsung di Universitas Nusa Nipa Maumere dan Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, Kabupaten Sikka, pada 30–31 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan masyarakat sipil untuk membahas kedaulatan rakyat, demokrasi, serta persoalan sosial dan kebangsaan.

Kegiatan tersebut menghadirkan 39 narasumber intelektual lokal dan nasional. Panitia menargetkan 3.000 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, aktivis, jurnalis, tokoh agama, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat umum.

Rangkaian kegiatan dimulai di Universitas Nusa Nipa pada 30 Oktober 2026, sedangkan puncak konferensi berlangsung pada 31 Oktober 2026 di IFTK Ledalero, Nita, Kabupaten Sikka. Forum ini terbuka bagi peserta luring dan daring.

Ruang Flores untuk membahas kedaulatan rakyat

Konferensi Republik menempatkan Maumere sebagai ruang perjumpaan untuk membicarakan hubungan antara masyarakat sipil, kebijakan publik, demokrasi, dan masa depan Republik Indonesia. Pembahasan tidak hanya diarahkan pada isu nasional, tetapi juga pada persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.

Gagasan utama forum ini adalah bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan perlu dijalankan secara konstitusional. Karena itu, masyarakat didorong untuk terlibat dalam mengawasi proses pengambilan keputusan serta pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Bagi pembaca di Labuan Bajo dan wilayah Flores, forum ini relevan karena membuka ruang bagi suara daerah dalam percakapan tentang pembangunan, pendidikan, lingkungan, perdagangan orang, air bersih, serta persoalan sosial. Hasil diskusi di Maumere dapat menjadi bahan pertukaran gagasan antarkampus dan kelompok masyarakat sipil di Nusa Tenggara Timur.

Maumere menjadi kota keempat penyelenggaraan Konferensi Republik setelah Yogyakarta, Jakarta, dan Padang. Penyelenggara melibatkan perguruan tinggi, media, kalangan intelektual, lembaga keagamaan, dan organisasi masyarakat sipil.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.