Kabar Labuan Bajo

Jumat, 6 November 2026

Pemda Manggarai Timur Usulkan Perbaikan Irigasi Wae Reno pada 2027

Pemerintah Manggarai Timur mengusulkan perbaikan Irigasi Wae Reno melalui skema rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana pada Tahun Anggaran 2027. Kerusakan berdampak pada sawah warga Lame.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tanah sawah yang retak-retak akibat kekeringan dengan sisa jerami padi.
Ilustrasi: Tanah sawah yang retak-retak akibat kekeringan dengan sisa jerami padi. · Foto: kevin yung / Pexels

Lame — Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur pada 4 November 2026 menyatakan perbaikan Irigasi Wae Reno akan diusulkan melalui skema rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dalam Tahun Anggaran 2027. Saluran yang menjadi sumber air persawahan warga itu rusak setelah gempa Flores pada 15 Agustus.

Kerusakan tersebut membuat air tidak mengalir ke sawah warga Lame, Desa Golo Lobos, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Manggarai Timur. Material tanah, pasir, dan batu longsoran menimbun salah satu bagian saluran di sekitar 100 meter sebelah timur Jembatan Wae Reno, di perbatasan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Ferdinandus Mbembok, mengatakan kerusakan menyangkut struktur konstruksi. Karena itu, penanganannya tidak cukup dengan pembersihan ringan, pemeliharaan rutin, atau skema darurat. Pemerintah daerah akan mengajukan dukungan anggaran melalui Balai Wilayah Sungai atau Balai Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.

Perbaikan Wae Reno menentukan musim tanam warga Lame

Menurut Kepala Desa Golo Lobos, Emanuel Pati Ati Wajong, kerusakan irigasi menyebabkan 90 hektare sawah mengering sejak gempa. Sebanyak 60 kepala keluarga terdampak. Sawah-sawah itu bergantung pada Irigasi Wae Reno sebagai sumber air utama.

Kondisi lapangan menjadi perhatian langsung bagi pembaca di Labuan Bajo dan Flores karena gangguan irigasi bukan hanya persoalan infrastruktur. Ketika saluran tidak berfungsi, petani menghadapi risiko gagal panen dan kehilangan kesempatan memasuki musim tanam. Warga bersama dua perwakilan, termasuk Tua Adat Gendang Lame, telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Komisi C DPRD di Borong.

Perbaikan fisik diharapkan dimulai setelah alokasi anggaran disetujui dan ditetapkan dalam dokumen anggaran resmi. Sampai tahap itu, sawah di Lame masih menghadapi ketidakpastian pasokan air. Pemerintah daerah menyatakan akan mengawal usulan penanganan permanen agar segera terealisasi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores Raya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.