Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Rumah Kontrol PLTS Lopijo Heawea Terbakar, Listrik Desa Padam

Rumah kontrol daya PLTS di Kampung Lopijo, Desa Heawea, Kecamatan Aimere, Ngada, terbakar Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 11.00 Wita.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Rumah kontrol daya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kampung Lopijo, Desa Heawea, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, terbakar pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 11.00 Wita. Kebakaran menghentikan pasokan listrik ke desa dan ditaksir menimbulkan kerugian sekitar Rp900 juta menurut laporan RRI Ngada dan TribunFlores.

Bangunan yang terbakar merupakan rumah kontrol daya berukuran sekitar 5 x 7 meter yang menampung perangkat utama PLTS untuk memasok listrik warga Desa Heawea. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada rumah warga.

Menurut laporan RRI Ngada, sekitar 115 kepala keluarga terdampak pemadaman listrik, bersama fasilitas umum seperti sekolah, kantor desa, kapela, puskesmas pembantu, dan Posyandu. TribunFlores menyebut dampak kebakaran dirasakan sekitar 150 rumah dan beberapa fasilitas umum, sehingga jumlah pasti pelanggan yang terdampak masih berbeda dalam pemberitaan.

Kronologi kebakaran

TribunFlores mengutip Kapolsek Aimere Ipda Mardianto Budi bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Api melahap bagian dalam gedung operasi PLTS yang saat kejadian dalam keadaan terkunci, tanpa orang di dalam.

Warga setempat melihat asap hitam pekat membubung dari gedung PLTS dan berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke rumah sekitar. Kepala Desa Heawea Fransisikus (Feri) Day menjelaskan kepada media bahwa warga membawa air dari rumah masing-masing untuk membantu pemadaman hingga api dapat dikendalikan.

Kobaran api menghanguskan seluruh rumah kontrol daya dan isi di dalamnya. Menurut RRI Ngada, pemeriksaan awal menunjukkan perangkat di dalam bangunan, termasuk baterai dan inverter, dalam kondisi hangus terbakar, sementara panel surya di luar bangunan tidak terdampak.

Perangkat rusak dan taksiran kerugian

RRI Ngada mencatat kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp900 juta. Kerugian ini meliputi bangunan rumah kontrol daya, 72 baterai penampung arus, inverter, panel kontrol, kabel, dan instalasi kelistrikan lain.

TribunFlores juga melaporkan bahwa kebakaran menghanguskan 72 baterai penampung arus, inverter, panel kontrol, kabel, serta instalasi kelistrikan di dalam rumah kontrol daya PLTS. Panel penangkap sinar matahari yang berada di luar ruangan dilaporkan tetap aman.

Dampak terhadap layanan listrik

Setelah kebakaran, pasokan listrik ke seluruh wilayah Desa Heawea terhenti. Kepala Desa Heawea menyebut layanan listrik tenaga surya di desa itu melayani sekitar 115 rumah dan sejumlah fasilitas umum, termasuk Puskesmas Pembantu, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, rumah ibadah, kantor desa, dan posyandu.

Pemberitaan RRI dan TribunFlores tidak merinci durasi pemadaman maupun jadwal pemulihan pasokan listrik. Hingga pertengahan September 2026, media melaporkan polisi dan pihak terkait masih menelusuri kerusakan dan dampak kebakaran pada instalasi PLTS.

Penyelidikan penyebab kebakaran

RRI Ngada menulis bahwa Polres Ngada menelusuri penyebab kebakaran rumah kontrol daya PLTS Lopijo dan telah melakukan pemeriksaan di lokasi. TribunFlores dalam pemberitaan awal menyebut penyebab kebakaran belum diketahui dan pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara.

Pada laporan berikutnya, TribunFlores mengutip Kapolsek Aimere Ipda Mardianto Budi yang menyatakan dugaan sementara kebakaran terjadi akibat korsleting pada panel kontrol di dalam rumah kontrol daya. Detikcom juga mengutip Kepala Desa Heawea yang menyebut kebakaran dipicu korsleting listrik.

Informasi dari kepolisian dan pemerintah desa tersebut masih berupa dugaan awal dan investigasi lengkap mengenai penyebab pasti kebakaran belum dipublikasikan oleh otoritas berwenang.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.