Dua Nelayan Wuring Sempat Hilang Kontak, Ditemukan Selamat di Palue
Dua nelayan asal Kampung Wuring, Kabupaten Sikka, sempat hilang kontak saat berlayar menuju Pulau Karumpa, Kepulauan Selayar.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Dua nelayan asal Kampung Wuring, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, sempat hilang kontak saat berlayar menuju Pulau Karumpa, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada 18 September 2026. Ahmad Junaidi, 55 tahun, dan putranya, Jiar Junaidi Mendome, 16 tahun, akhirnya ditemukan selamat oleh tim SAR gabungan pada Minggu, 20 September 2026, di perairan antara Pulau Sukun dan Pulau Palue, Kabupaten Sikka.
Menurut laporan Florespedia dan pernyataan Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman, Ahmad dan Jiar berangkat dari Pelabuhan Wuring pada Jumat, 18 September 2026, sekitar pukul 14.05 WITA, menggunakan sebuah kapal menuju Pulau Karumpa. Mereka diperkirakan tiba di tujuan sekitar pukul 22.00 WITA.
Keluarga terakhir berkomunikasi dengan keduanya pada 18 September 2026 sekitar pukul 16.10 WITA. Dalam komunikasi terakhir itu, posisi mereka disebut berada di sekitar perairan Pulau Palue. Setelah itu, nomor telepon keduanya tidak lagi dapat dihubungi hingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Maumere.
Informasi hilangnya kontak diterima Kantor SAR Maumere dari pihak keluarga pada Sabtu, 19 September 2026, sekitar pukul 16.50 WITA. Kantor SAR kemudian menetapkan operasi pencarian dan pertolongan dengan melibatkan unsur SAR gabungan.
Operasi pencarian dan penemuan
Kepala Kantor SAR Maumere yang juga SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan kapal negara KN SAR Puntadewa dan kapal karet cepat atau rigid inflatable boat (RIB) untuk menyisir jalur pelayaran Wuring–Palue–Karumpa. Operasi SAR hari kedua dilaksanakan pada Minggu, 20 September 2026.
Menurut rilis Kantor SAR Maumere yang dikutip sejumlah media, sekitar pukul 12.18 WITA pada 20 September 2026, tim SAR gabungan di atas KN SAR Puntadewa dan RIB menemukan sebuah kapal dengan dua nelayan yang terombang-ambing di laut di antara Pulau Sukun dan Pulau Palue. Setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya dipastikan sebagai Ahmad Junaidi dan Jiar Junaidi Mendome.
Kapal yang membawa Ahmad dan Jiar ditemukan pada koordinat sekitar 33 mil laut dari Pelabuhan Wuring. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi keduanya dan membawa mereka kembali ke Wuring.
Pada pukul 17.15 WITA, Ahmad dan Jiar tiba di Pelabuhan Wuring bersama tim SAR gabungan dalam keadaan selamat. Mereka kemudian diserahkan kepada pihak keluarga, dan operasi pencarian serta pertolongan dinyatakan selesai dan ditutup oleh Kantor SAR Maumere.
Kronologi singkat dan unsur terlibat
Kedua nelayan berdomisili di Kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Mereka melakukan perjalanan laut dari Wuring dengan tujuan Pulau Karumpa, Kepulauan Selayar, dan diperkirakan menempuh pelayaran hingga malam hari.
Setelah laporan hilang kontak diterima, Kantor SAR Maumere mengerahkan armada pencarian dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak di perairan sekitar Palue dan pulau-pulau lain di Sikka. Operasi melibatkan rescuer Kantor SAR Maumere, kru KN SAR Puntadewa, aparat kepolisian perairan dan TNI AL, serta dukungan nelayan setempat.
Data pokok operasi pencarian yang disampaikan SAR Maumere dan diberitakan media meliputi: keberangkatan dari Pelabuhan Wuring pada 18 September 2026 pukul 14.05 WITA, kontak terakhir di sekitar perairan Pulau Palue pada pukul 16.10 WITA, laporan keluarga kepada Kantor SAR Maumere pada 19 September 2026 pukul 16.50 WITA, serta penemuan kedua nelayan pada 20 September 2026 sekitar pukul 12.18 WITA.
Sumber
Berita berikutnya
DPRD NTT Dorong Relaksasi Kredit Warga Terdampak Gempa Flores
DPRD NTT meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan perbankan dan lembaga keuangan untuk memberikan relaksasi kredit bagi warga terdampak gempa Fl…
Baca juga




