Kemensos dan Fatma Saifullah Yusuf Salurkan Bantuan bagi Penyintas Bencana NTT
Penasihat DWP Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, menyalurkan bantuan bagi sekitar 400 penyintas bencana di Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, menghadiri penyaluran bantuan bagi penyintas bencana di Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 16 September 2026 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Menurut laporan RRI dan Pos Kupang, kegiatan sosial ini menyasar sekitar 400 penerima manfaat dari sejumlah wilayah di NTT, khususnya Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo.
Bantuan disalurkan Kementerian Sosial bersama sejumlah organisasi perempuan dan komunitas sosial.
RRI menyebut nilai bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp609,08 juta, meliputi santunan tunai, paket sembako, perlengkapan sekolah, dan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Santunan bagi ahli waris dan korban luka
Dalam kegiatan di Labuan Bajo, Fatma Saifullah Yusuf menjelaskan santunan pemerintah bagi keluarga korban meninggal dunia dan korban luka berat.
Media Indonesia dan RRI melaporkan, Kementerian Sosial memberikan santunan sebesar Rp15 juta kepada masing-masing ahli waris korban meninggal dunia dan Rp5 juta kepada setiap korban luka berat.
Di Manggarai Barat, santunan tersebut antara lain diberikan kepada dua ahli waris korban meninggal dan 58 korban luka berat, di samping bantuan logistik dan dukungan sosial lainnya.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis melalui pemerintah daerah, sementara sebagian bantuan lainnya diberikan langsung kepada penerima manfaat.
Dukungan bagi anak-anak dan kelompok rentan
Pos Kupang memberitakan bahwa selain sembako dan santunan, anak-anak penyintas bencana di NTT mendapat perhatian khusus melalui kegiatan trauma healing dalam rangkaian acara yang dihadiri Fatma Saifullah Yusuf.
Menurut laporan tersebut, anak-anak mengikuti kegiatan bersama dan menerima hadiah sebagai bagian dari pendampingan psikososial.
Fatma menyatakan kegiatan sosial ini ditujukan bagi warga terdampak gempa, banjir, dan kebakaran di sejumlah wilayah NTT, termasuk kelompok rentan seperti anak yatim, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.
RRI mencatat, bantuan Atensi yang disalurkan di Labuan Bajo mencakup kursi roda bagi penyandang cerebral palsy, alat bantu dengar, serta paket nutrisi tambahan dan perlengkapan kebersihan bagi penerima manfaat.
Penyaluran di empat kabupaten
Rangkaian penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program Kementerian Sosial untuk warga terdampak bencana di NTT.
RRI dan Pos Kupang menulis bahwa kegiatan di Labuan Bajo menyasar penyintas di empat kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Nagekeo.
Bantuan meliputi santunan tunai, paket sembako, perlengkapan sekolah, dan dukungan rehabilitasi sosial bagi lansia dan penyandang disabilitas, yang disalurkan melalui kerja sama Kementerian Sosial dengan berbagai komunitas sosial.
Media Indonesia menambahkan, kegiatan sosial yang dipimpin Fatma Saifullah Yusuf ini juga memberikan hadiah bagi anak-anak penyintas bencana sebagai bagian dari dukungan psikososial.
Sumber
- RRI Ende - Kemensos Salurkan Bantuan Rp609 Juta bagi Penyintas Gempa NTT
- Detik Bali/Nusra - DWP Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Labuan Bajo
- Media Indonesia - Kemensos Salurkan Santunan Rp15 Juta bagi Ahli Waris Korban Bencana di NTT
- Pos Kupang - Fatma Saifullah Yusuf Serahkan Bantuan bagi Penyintas Bencana di NTT
Berita berikutnya
Ngada Uji Publik Data Rumah Terdampak Gempa di 12 Kecamatan
Kabupaten Ngada mulai menguji publik data rumah terdampak gempa setelah masuk masa transisi darurat menuju pemulihan pada 16 September 2026. Verifikas…
Baca juga


