Polres Manggarai Barat Petakan Enam Desa Rawan Pilkades 2026
Polres Manggarai Barat mematangkan pengamanan Pilkades Serentak 2026 melalui Tactical Wall Game. Enam desa dengan 12 TPS dipetakan sebagai wilayah sangat rawan dan didukung perkuatan Brimob di dua polsek strategis.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Polres Manggarai Barat, Polda Nusa Tenggara Timur, mematangkan strategi pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 melalui kegiatan Tactical Wall Game (TWG) di ruang Command Center Polres Manggarai Barat pada Jumat, 18 September 2026.
Menurut laporan Akurat.co, TWG digelar untuk membahas pemetaan wilayah dan taktik pengamanan yang akan diterapkan selama tahapan Pilkades berlangsung. Kegiatan ini diarahkan untuk menghasilkan skenario operasional yang menjadi panduan langsung di lapangan, bukan sekadar latihan administratif.
Rapat TWG dipimpin Wakapolres Manggarai Barat Kompol Marthinus Pake. Kegiatan dihadiri Wadanyon B Pelopor Brimob Polda NTT AKP Antonio Cortereal, Kabag Ops Polres Manggarai Barat AKP I Made Supartha Purnama, pejabat utama, perwira pengendali wilayah, para kapolsek, serta personel Brimob.
Pemetaan enam desa sangat rawan
Menurut Kasat Intelkam Polres Manggarai Barat yang dikutip Akurat.co, kepolisian telah memetakan tingkat kerawanan wilayah menjelang Pilkades Serentak 2026. Dalam pemetaan awal, teridentifikasi enam desa dengan 12 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dikategorikan sebagai wilayah sangat rawan.
Para kapolsek diimbau mengoptimalkan upaya penggalangan dan penyampaian imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat untuk menekan potensi gangguan selama tahapan Pilkades. Wakapolres Kompol Marthinus Pake meminta personel memahami objek pengamanan, termasuk logistik dan lokasi TPS, serta menekankan pentingnya koordinasi dan netralitas aparat.
Masih menurut Akurat.co, pembahasan TWG mencakup pola pengamanan logistik, penataan lokasi TPS, keterlibatan personel, dan langkah menghadapi situasi kontinjensi secara cepat dan terukur.
Perkuatan Brimob dan mobilitas pengamanan
Untuk mendukung pengamanan, perkuatan personel bantuan kendali operasi (BKO) Brimob Polda NTT akan ditempatkan di dua titik utama, yakni Polsek Lembor dan Polsek Kuwus. Kedua lokasi dinilai memiliki akses mobilitas yang lebih cepat untuk menjangkau wilayah sekitar.
Pergeseran pasukan direncanakan pada H-1 pelaksanaan Pilkades dengan dukungan 10 kendaraan taktis roda dua guna memastikan mobilitas personel di lapangan. Penempatan personel Brimob di dua polsek tersebut disiapkan sebagai bagian dari strategi antisipasi kerawanan di desa-desa yang masuk kategori sangat rawan.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Candra menyatakan bahwa pelaksanaan TWG merupakan wujud komitmen Polda NTT dan jajaran untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Manggarai Barat berjalan aman, tertib, dan lancar. Ia menginstruksikan personel agar siaga penuh, mengenali karakteristik wilayah penugasan, serta mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif.
Konteks Pilkades Serentak 2026 Manggarai Barat
Menurut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Pilkades Serentak 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026. Detik.com dan RRI melaporkan bahwa pemilihan akan digelar di puluhan desa yang tersebar di 12 kecamatan di Manggarai Barat. Tahapan Pilkades memasuki masa kampanye hingga pemungutan dan penghitungan suara pada 23–29 September 2026.
Pemkab Manggarai Barat juga menerbitkan kebijakan pembatasan aktivitas kedinasan aparatur sipil negara di desa-desa penyelenggara Pilkades selama masa kampanye dan pemungutan suara. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk menjaga netralitas serta mengurangi potensi konflik kepentingan di tingkat lokal.
Dalam konteks tersebut, TWG yang digelar Polres Manggarai Barat menjadi salah satu upaya koordinasi pengamanan yang terintegrasi dengan dukungan Brimob dan pemetaan kerawanan di enam desa sangat rawan.
Sumber
Berita berikutnya
Bhabinkamtibmas Pante Oa Ajak Warga Waspada TPPO dan Hoaks, Lapor 110
Bhabinkamtibmas Desa Pante Oa di Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, mengajak warga Dusun A mewaspadai TPPO dan tidak menyebarkan hoaks.
Baca juga



