Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BMKG Catat Angin hingga 35 Knot di Perairan NTT

BMKG memprakirakan angin 10–35 knot dan gelombang sedang hingga 2,5 meter di perairan NTT pada 17–20 September 2026. Perairan Taman Nasional Komodo termasuk wilayah yang perlu diwaspadai oleh nelayan dan pelaku wisata Labuan Bajo.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan angin di perairan Nusa Tenggara Timur dapat mencapai 10–35 knot pada periode 17–20 September 2026. Perairan Taman Nasional Komodo termasuk wilayah yang disebut berpotensi mengalami gelombang sedang hingga 2,5 meter, sehingga pelayaran wisata dan aktivitas nelayan perlu menyesuaikan kondisi laut.

Prakiraan itu berlaku sejak Kamis, 17 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga Minggu, 20 September 2026 pukul 08.00 WITA, menurut laporan RRI yang mengutip BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang. Dalam periode tersebut, gelombang tinggi 2,5–3,5 meter diperkirakan terjadi di perairan selatan Sumba pada 17–18 September dan 18–19 September 2026.

Pada 19–20 September 2026, BMKG masih memprakirakan gelombang sedang di sejumlah perairan NTT, termasuk Selat Sape bagian selatan, perairan utara Flores, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Sabu-Raijua, Perairan utara Timor, Perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, dan Perairan selatan Timor-Rote.

Wilayah yang perlu diperhatikan

Dalam prakiraan yang sama, Perairan Taman Nasional Komodo masuk daftar wilayah dengan potensi gelombang sedang. BMKG juga mencantumkan perairan selatan Flores dan perairan selatan Alor-Pantar sebagai kawasan yang perlu diwaspadai selama periode tersebut.

Kondisi angin 10–35 knot dapat memengaruhi stabilitas kapal, terutama kapal kecil dan perahu wisata yang beroperasi di perairan terbuka atau di selat. Karena itu, operator wisata dan nelayan perlu memeriksa pembaruan cuaca sebelum berangkat serta selama perjalanan berlangsung.

Langkah keselamatan di laut

BMKG melalui prakiraan maritimnya meminta pengguna transportasi laut memperhatikan kondisi gelombang, arah angin, dan arus sebelum berlayar. Dalam konteks Labuan Bajo, perhatian utama tertuju pada rute menuju Pulau Komodo, Pulau Padar, dan kawasan lain di sekitar Taman Nasional Komodo yang melintasi perairan terbuka.

Pada 9 September 2026, media melaporkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo sempat menutup sementara pelayaran wisata menuju Pulau Padar dan kawasan Taman Nasional Komodo karena gelombang tinggi dan cuaca maritim ekstrem. Langkah itu menunjukkan bahwa perubahan cuaca di perairan Labuan Bajo dapat langsung berdampak pada operasional pelayaran.

Hingga akhir masa berlaku prakiraan pada 20 September 2026 pukul 08.00 WITA, BMKG masih menempatkan sebagian perairan NTT dalam kategori rawan gelombang sedang. Nelayan dan operator wisata di Labuan Bajo perlu menyesuaikan jadwal, rute, dan kapasitas kapal dengan kondisi tersebut.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.