Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 3 Oktober 2026

Mengapa Sampah Pariwisata Manggarai Barat Mencapai 4.836 Ton?

Data pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mencatat 4.836 ton sampah per tahun. Sektor nonrumah tangga, termasuk hotel, restoran, dan kapal wisata, menyumbang 51,5 persen.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang sedang memilah aneka buah jeruk dan alpukat di atas terpal.
Ilustrasi: Seseorang sedang memilah aneka buah jeruk dan alpukat di atas terpal. · Foto: Julia Volk / Pexels

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menggelar pelatihan pengelolaan sampah bagi operator kapal wisata dan pengelola hotel di Labuan Bajo pada Selasa-Rabu, 23-24 Juni 2026. Kegiatan ini digelar bersama IN-FLORES untuk mengantisipasi lonjakan sampah dari sektor pariwisata, termasuk hotel, restoran, dan kapal wisata.

Data yang dipaparkan pemerintah daerah mencatat timbulan sampah di Kabupaten Manggarai Barat mencapai 4.836 ton per tahun. Sebanyak 51,5 persen berasal dari sektor nonrumah tangga, seperti hotel, restoran, dan kapal wisata.

Mengapa data sampah ini penting bagi Labuan Bajo

Besarnya kontribusi sektor nonrumah tangga membuat pengelolaan sampah pariwisata berpengaruh langsung terhadap kebersihan Labuan Bajo dan kawasan pesisirnya. Sampah dari kegiatan di darat dan laut perlu ditangani agar tidak menambah beban lingkungan di daerah tujuan wisata.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyebut telah menyediakan tempat pemrosesan akhir, 300 tong sampah jalan, pasukan kebersihan, serta peraturan daerah tentang pengelolaan sampah. Fasilitas dan aturan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi timbulan sampah yang meningkat seiring kegiatan pariwisata.

Pelatihan berlangsung di Ballroom Politeknik eLBajo Commodus, Labuan Bajo. Pesertanya melibatkan operator kapal wisata, pengelola hotel, dan pihak-pihak terkait. IN-FLORES merupakan proyek konservasi keanekaragaman hayati dan ekowisata berkelanjutan di Pulau Flores.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah mendorong pelaku usaha pariwisata memahami pengelolaan sampah dari sumbernya. Fokus tersebut penting karena hotel, restoran, dan kapal wisata menyumbang bagian besar dari sampah nonrumah tangga di Manggarai Barat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.