Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 3 Oktober 2026

Manggarai Barat Dorong Pangan Lokal Jadi Menu Utama SPPG

Pemkab Manggarai Barat mendorong SPPG di Pulau Mesah memakai pangan lokal sebagai menu utama MBG. Ikan disebut penting bagi gizi anak dan ekonomi masyarakat kepulauan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Beberapa ekor ikan segar diletakkan di dalam wadah anyaman di atas meja kayu.
Ilustrasi: Beberapa ekor ikan segar diletakkan di dalam wadah anyaman di atas meja kayu. · Foto: Denys Gromov / Pexels

Pulau Mesah — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendorong Badan Gizi Nasional agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tingkat lokal memakai pangan lokal sebagai menu utama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dorongan itu disampaikan dalam peresmian SPPG wilayah 3T di Pulau Mesah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, pada 2 Oktober 2026.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Salvador Pinto, menyampaikan dorongan tersebut saat mewakili Bupati Manggarai Barat. Ia meminta potensi pangan setempat masuk lebih besar ke dalam menu MBG.

Untuk wilayah kepulauan seperti Pulau Mesah, ikan menjadi sumber ekonomi dan penghasilan utama masyarakat. Karena itu, Pinto mendorong ikan digunakan sebagai sumber protein utama dalam menu SPPG. Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional, Lili Khamiliyah, juga menegaskan agar pangan lokal, seperti ikan, diutamakan.

Pangan lokal menghubungkan gizi anak dan ekonomi Pulau Mesah

Dorongan ini penting bagi pembaca di Labuan Bajo karena pelaksanaan MBG tidak hanya berkaitan dengan layanan makanan bagi anak-anak. Pilihan bahan pangan juga menentukan apakah program tersebut ikut menyerap hasil nelayan dan menggerakkan ekonomi masyarakat di pulau.

Laporan peluncuran sebelumnya menyebut SPPG 3T di Pulau Mesah melayani 343 anak. Penerimanya terdiri atas 270 siswa SD Negeri Pulau Mesah, 59 siswa SMP Negeri 1 Atap Pulau Mesah, dan 14 anak Kelompok Bermain Anemon Jaya. Peluncuran itu menandai dimulainya layanan MBG di wilayah kepulauan.

Dalam laporan lain, Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin menekankan pentingnya kearifan lokal dalam penyajian MBG. Pulau Mesah disebut sebagai wilayah penghasil ikan, sehingga pelibatan sumber daya dan masyarakat setempat sebagai pemasok bahan pangan diharapkan memberi dampak ekonomi berlipat.

SPPG Pulau Mesah disebut telah 100 persen siap beroperasional. Laporan yang tersedia tidak merinci jadwal penerapan menu ikan atau mekanisme pengadaan bahan pangan lokal setelah dorongan tersebut disampaikan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.