Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 3 Oktober 2026

Sebanyak 466 Proyek Berada di Kecamatan Komodo

Profil perdagangan dan perindustrian Manggarai Barat mencatat 655 proyek unik pada Januari–Juni 2026. Sebanyak 466 proyek berada di Kecamatan Komodo.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Komodo dragon ( Varanus komodoensis ), Komodo National Park , Indonesia.
Foto arsip: Komodo dragon ( Varanus komodoensis ), Komodo National Park , Indonesia. · Foto: Charles J. Sharp / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Komodo — Kecamatan Komodo menjadi pusat aktivitas perdagangan dan perindustrian Kabupaten Manggarai Barat pada Januari–Juni 2026. Dari 655 proyek unik yang tercatat dalam profil perdagangan dan perindustrian daerah, 466 proyek berada di kecamatan ini.

Data tersebut dilaporkan RRI pada 2 Oktober 2026 berdasarkan Profil Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Barat yang disusun Dinas Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Barat. Profil itu menggabungkan data perdagangan 2021–2025 dengan data perdagangan dan perindustrian hingga Juni 2026.

Dalam pengolahan data semester pertama 2026, tercatat 1.024 record administrasi lintas sektor. Setelah duplikasi dikendalikan, jumlahnya menjadi 655 proyek unik. Rinciannya mencakup 499 proyek perdagangan dan 156 proyek perindustrian.

Komodo Menjadi Titik Utama Aktivitas Usaha

Angka 466 proyek menempatkan Kecamatan Komodo sebagai wilayah dengan aktivitas perdagangan dan perindustrian paling dominan dalam catatan tersebut. RRI menyebut jumlah itu setara sekitar 71,1 persen dari 655 proyek unik.

Data sektoral juga menunjukkan bahwa 141 proyek perindustrian, atau 90,4 persen, merupakan usaha mikro. Angka ini memberi gambaran bahwa basis kegiatan industri di Manggarai Barat masih banyak ditopang usaha berskala kecil.

Bagi pembaca di Labuan Bajo dan kecamatan lain di Manggarai Barat, pemetaan ini penting untuk melihat konsentrasi kegiatan ekonomi di Komodo sekaligus membedakan jumlah administrasi dari jumlah proyek yang sudah dibersihkan dari duplikasi. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan langkah lanjutan pemerintah setelah publikasi data tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.