Penyintas Gempa di Manggarai Timur Banyak Mengalami ISPA dan Penyakit Kronis
Layanan kesehatan bergerak di pengungsian penyintas gempa Flores menemukan ISPA, demam, gangguan pencernaan, serta penyakit kronis. Kebutuhan obat, air bersih, sanitasi, dan dukungan psikologis masih dicatat.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Manggarai Timur — Layanan kesehatan bergerak bagi penyintas gempa di Manggarai Timur pada 1 Oktober 2026 menemukan keluhan infeksi saluran pernapasan akut, demam, batuk, pilek, nyeri badan, gangguan pencernaan, serta penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, dan asma.
Mengapa ini penting: Penyintas di Manggarai Timur masih membutuhkan layanan bergerak, obat, air bersih, sanitasi, dan pengobatan rutin melalui puskesmas.
Layanan tersebut dijalankan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Timur di sejumlah wilayah terdampak Flores. Menurut RRI, layanan menjangkau pengungsian di Manggarai Timur, Nagekeo, dan Ngada sejak awal masa tanggap darurat.
Officer Respon Darurat Kesehatan LKC Dompet Dhuafa NTT Muhlisnah Usman mengatakan kelompok lanjut usia menjadi perhatian karena banyak mengalami penyakit kronis selama berada di pengungsian. Kondisi cuaca yang panas pada siang hari dan dingin pada malam hari turut memengaruhi kenyamanan penyintas.
Kebutuhan lain yang dicatat tim meliputi obat-obatan, air bersih, sanitasi, alas tidur, tenda, serta dukungan pemulihan trauma psikologis. Layanan kesehatan masih berlangsung di wilayah Manggarai dengan melibatkan dokter relawan dari Rumah Sakit Reo.
Sejumlah puskesmas di Kecamatan Reo dan Lamba Leda Utara juga mulai kembali aktif. Menurut laporan RRI, kelompok lanjut usia dengan penyakit kronis diarahkan melanjutkan pengobatan rutin melalui puskesmas, sementara kebutuhan air bersih dan sanitasi masih menjadi perhatian dalam pemulihan.
Layanan untuk kelompok rentan
Selain menangani keluhan fisik, LKC Dompet Dhuafa mengaktifkan dapur Pemberian Makanan Bayi dan Anak untuk membantu menjaga asupan gizi bayi dan balita selama di pengungsian. Ibu hamil juga mendapat pendampingan dan rujukan sesuai kebutuhan.
Keluhan kesehatan tersebut muncul ketika sebagian warga masih tinggal di tempat pengungsian setelah gempa. Laporan situasi Indonesia Humanitarian and Community Partnership menyebut kondisi lingkungan pengungsian dapat memunculkan masalah kesehatan lanjutan dan mencatat ISPA sebagai salah satu keluhan yang ditemukan di wilayah terdampak Flores.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Warga Desa Sisir Berjalan Tiga Kilometer Mencari Air
Krisis air di Desa Sisir, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, berlangsung sekitar empat bulan. Warga menempuh hingga tiga kilometer dan mengantre sejak d…
Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

Baca juga




