Penghitungan Suara Menentukan Hasil Pilkades Manggarai Barat
Pilkades serentak Manggarai Barat berlangsung pada 29 September 2026 di 64 desa. Sebanyak 62.787 pemilih menggunakan hak suara di 138 TPS untuk memilih dari 181 calon.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Manggarai Barat — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Manggarai Barat berlangsung pada Selasa, 29 September 2026. Pemungutan suara mencakup 64 desa di 12 kecamatan, dengan 181 calon kepala desa, 62.787 pemilih, dan 138 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Cakupan itu membuat penghitungan suara dan penetapan hasil menjadi tahapan yang perlu dicermati. Ketua TPS 01 Air Kemiri, Edi Prasana, menyebut pelaksanaan pemungutan suara mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Di TPS tersebut, warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan memenuhi ketentuan tetap dapat menggunakan hak pilih sesuai mekanisme yang berlaku, meskipun menghadapi persoalan administrasi daftar pemilih.
Penghitungan menentukan kepercayaan warga di 64 desa
Bagi pembaca di Labuan Bajo dan kecamatan lain di Manggarai Barat, perhatian tidak berhenti pada proses pencoblosan. Hasil penghitungan di setiap TPS menjadi dasar penetapan kepala desa di wilayah masing-masing. Karena pemilihan berlangsung serentak, ketelitian petugas dan penerimaan warga terhadap hasil ikut menentukan suasana setelah pemungutan suara.
Forum Peduli Manggarai Barat bersama Keuskupan Labuan Bajo menyampaikan imbauan agar masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Romo Ricardus Manggu, Pr dari Keuskupan Labuan Bajo, mengimbau calon dan masyarakat menerima hasil Pilkades dengan lapang dada.
Rangkaian pemilihan sebelumnya mencakup masa kampanye pada 23–25 September 2026 dan masa tenang pada 26–28 September 2026. Pada 29 September 2026, tahapan berlanjut dengan pemungutan dan penghitungan suara untuk menentukan kepala desa yang akan memimpin tiap desa.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Nama ilmiah komodo: Varanus komodoensis dan arti sebutannya
Nama ilmiah komodo adalah Varanus komodoensis. Istilah ini dipakai dalam sumber pemerintah dan pendidikan untuk menyebut biawak komodo, satwa endemik…
Terbaru di Analisis

Baca juga



