Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 3 Oktober 2026

Tiga Turis China Laporkan Agen Travel di Labuan Bajo

Tiga wisatawan China melaporkan pemilik agen perjalanan di Labuan Bajo ke Polres Manggarai Barat. Polisi menyebut kerugian mereka Rp 7.650.000 dalam dugaan penipuan paket liveaboard.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan kapal wisata kayu bersandar di pelabuhan dengan bayangan terpantul di permukaan air.
Ilustrasi: Deretan kapal wisata kayu bersandar di pelabuhan dengan bayangan terpantul di permukaan air. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Labuan Bajo — Tiga warga negara China melaporkan Kristoforus Aman alias Itok Aman, pemilik agen perjalanan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, ke Polres Manggarai Barat pada Kamis, 1 Oktober 2026. Laporan itu berkaitan dengan dugaan penipuan paket wisata liveaboard.

Kepala Satuan Pengamanan Objek Vital Polres Manggarai Barat, Iptu I Komang Agus Budiawan, menyebut kerugian tiga pelapor mencapai Rp 7.650.000. Ketiganya adalah Liu Guoyu, Zhou Yuzhu, dan Li Jiaxin.

Peristiwa itu bermula dari pemesanan secara daring paket wisata liveaboard Taman Nasional Komodo selama 2 hari 1 malam. Itok Aman memperkenalkan diri sebagai operator perjalanan Tour & Travel Digital. Tiga wisatawan tersebut membayar uang muka Rp 2 juta pada 3 September 2026, kemudian melunasi pembayaran paket.

Setelah pembayaran penuh diterima, operator perjalanan disebut tidak lagi dapat dihubungi dan berhenti membalas pesan. Tiga wisatawan China yang telah tiba di Labuan Bajo akhirnya gagal mengikuti perjalanan ke Taman Nasional Komodo dengan kapal yang mereka pesan.

Kasus ini penting bagi wisatawan di Labuan Bajo

Laporan tersebut menambah perkara yang dikaitkan polisi dengan Itok Aman. Ia juga berstatus buronan Polres Manggarai Barat dalam dugaan penipuan terhadap tiga turis asal Italia senilai Rp 79,8 juta. Dalam perkara sebelumnya, laporan dibuat pada 12 Agustus 2026 dan polisi masih memburunya.

Perkara baru ini menunjukkan risiko yang perlu diperhatikan wisatawan saat memesan paket pelayaran dari agen perjalanan. Rincian operator, jadwal kapal, pembayaran, serta bukti pemesanan perlu disimpan agar dapat digunakan ketika layanan yang dijanjikan tidak tersedia.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Hukum & Kriminal

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.