Produksi Sambal Ikan Cara Dapur Dite Terhenti Sepanjang September
Pemilik Dapur Dite, Ade Irma, belum memproduksi sambal ikan cara sepanjang September hingga 28 September 2026. Usaha itu bertahan dengan produksi kopi sekitar lima kilogram setiap pekan.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Puncak Waringin — Pemilik UMKM Dapur Dite, Ade Irma, belum memproduksi sambal ikan cara sepanjang September 2026 hingga 28 September di Labuan Bajo. Produksi sambal itu berhenti setelah gempa Flores pada 15 Agustus 2026 menurunkan permintaan oleh-oleh.
Mengapa ini penting: Penurunan permintaan oleh-oleh membuat Dapur Dite menghentikan produksi sambal ikan cara sepanjang September, sementara produksi kopi sekitar lima kilogram per pekan tetap berjalan.
Menurut laporan Tribun Flores, sebelum gempa produksi sambal ikan cara dapat dilakukan hingga tiga kali dalam sepekan karena permintaan dari toko oleh-oleh. Setelah gempa, Irma mengurangi produksi karena permintaan turun.
Dapur Dite tetap memproduksi kopi sebagai produk yang masih menopang kegiatan usaha. Irma mengatakan produksi kopi mencapai sekitar lima kilogram setiap pekan, dengan tiga kali produksi sepanjang September.
Produksi sambal belum berjalan
Irma menyampaikan kondisi itu pada 28 September 2026. Ia mengatakan belum memproduksi sambal ikan cara satu kali pun selama September, sedangkan produksi kopi tetap berlangsung.
Tribun Flores juga melaporkan dampak serupa dirasakan pelaku UMKM lain di Labuan Bajo. Sejumlah pelaku usaha mengurangi kegiatan atau mencari pemasukan melalui berbagai acara setelah pesanan berkurang pascagempa.
Data Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah mencatat Dapur Dite sebagai usaha yang memproduksi sambal ikan ncara berbahan ikan sancara khas perairan Flores dan kopi di Labuan Bajo.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
DPR Tinjau Kesiapan Bandara Komodo di Labuan Bajo
Kunjungan DPR pada 27 September 2026 menilai layanan, fasilitas, keamanan, dan dukungan operasional Bandara Internasional Komodo. DPR juga menerima us…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga





