Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BI NTT Kurasi 50 UMKM NTT untuk Bootcamp Ekspor 2026

Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT menggelar Bootcamp UMKM Ekspor 2026 di Kupang pada 14–15 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Kupang — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) bersama Pemerintah Provinsi NTT menggelar Bootcamp UMKM Ekspor 2026 di Kupang pada 14–15 September 2026 untuk memperkuat kesiapan 50 UMKM menembus pasar global.

Menurut pemberitaan RRI Kupang, peserta bootcamp merupakan hasil kurasi dari 98 pelaku usaha yang mendaftar, sehingga hanya UMKM yang dinilai siap mengikuti proses penguatan kapasitas yang dilibatkan.

Kegiatan bertema “Berdaya Saing, Siap Mendunia” ini diselenggarakan di Ruang Nembrala, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT serta Akademi Mudah Ekspor.

Menurut BI NTT, bootcamp dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha, daya saing produk, dan kesiapan UMKM menjangkau pasar internasional melalui materi praktis yang berkaitan dengan kebutuhan pelaku usaha sebelum bertemu calon pembeli dalam agenda bisnis internasional.

ReformaNews.com memberitakan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penguatan mutu produk, pemahaman standar pasar tujuan, dan strategi memanfaatkan peluang kemitraan serta jejaring ekspor.

Fokus daya saing dan produk unggulan

Dalam peliputan RRI, Analis Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM, KI dan Syariah BI NTT, Reyza Lisembina B., menjelaskan bahwa kesiapan ekspor tidak hanya ditentukan kualitas produk, tetapi juga konsistensi produksi dan pemenuhan standar pasar internasional.

Reyza menekankan pentingnya pelaku usaha memahami kebutuhan pasar, menjaga kesinambungan pasokan, dan mempersiapkan diri menghadapi proses bisnis ekspor yang tidak berlangsung singkat.

ReformaNews.com menulis, bootcamp juga diarahkan untuk membantu UMKM membaca tren permintaan, memperbaiki kemasan dan sertifikasi, serta mempersiapkan bahan promosi yang sesuai dengan kebutuhan calon pembeli luar negeri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Zet Sony Libing, sebagaimana dikutip media lokal, menyatakan produk unggulan daerah seperti pangan olahan, kopi, kemiri dan produk turunannya, serta wastra memiliki peluang untuk dipasarkan ke luar negeri bila didukung kualitas yang konsisten dan kapasitas produksi yang memadai.

Sinergi antara BI NTT, pemerintah daerah, dan lembaga pendamping ekspor dalam bootcamp ini diharapkan memperkuat ekosistem dukungan bagi UMKM, sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mampu menindaklanjuti peluang ekspor dan membangun kemitraan jangka panjang.

Kinerja ekspor NTT semester I 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT mencatat nilai ekspor daerah sepanjang Januari–Juni 2026 sebesar 32,03 juta dolar AS, turun 10,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Suara Merdeka NTT melaporkan, penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya ekspor nonmigas, meskipun sebagian komoditas migas mencatat peningkatan.

Dalam periode yang sama, NTT tetap mencatat surplus neraca perdagangan, antara lain karena nilai impor yang lebih rendah dibanding ekspor, sehingga daerah masih memiliki ruang untuk memperkuat daya saing produk ekspor dan memperluas pasar.

RRI Kupang menulis, secara kumulatif Januari–Juli 2026, ekspor NTT mencapai 37,71 juta dolar AS, sementara impor tercatat 2,99 juta dolar AS, menghasilkan surplus neraca perdagangan sekitar 34,71 juta dolar AS.

Di tengah tren penurunan nilai ekspor semester pertama, program seperti Bootcamp UMKM Ekspor 2026 diposisikan sebagai upaya memperkuat kapasitas UMKM agar produk unggulan daerah dapat meraih pasar baru dan menjaga kinerja perdagangan luar negeri NTT.

Data utama

Peserta bootcamp: 50 UMKM hasil kurasi dari 98 pendaftar.

Waktu dan lokasi: 14–15 September 2026 di Ruang Nembrala, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Kupang.

Nilai ekspor NTT Januari–Juni 2026: 32,03 juta dolar AS, turun 10,62 persen dibanding periode yang sama 2025.

Surplus neraca perdagangan NTT Januari–Juli 2026: sekitar 34,71 juta dolar AS.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.