Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Nanas Kampung Ndole Mulai Pasok Pasar Labuan Bajo

Nanas dari Kampung Ndole, Desa Golo Damu di Kecamatan Mbeliling, mulai memasok pasar Labuan Bajo melalui pedagang pengumpul.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Pulau Padar-Manggarai Barat-Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Pulau Padar-Manggarai Barat-Nusa Tenggara Timur. · Foto: Kornelis Siprianus Kaju / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Labuan Bajo — Nanas yang dibudidayakan petani di Kampung Ndole, Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, mulai memasok kebutuhan buah di Labuan Bajo melalui pedagang pengumpul. Menurut laporan RRI, pola penjualan nanas dari kebun warga telah terhubung dengan pedagang yang membawa hasil panen ke pusat ekonomi dan pariwisata di pesisir barat Manggarai Barat.

Laporan RRI menyebut seorang petani di Kampung Ndole mengembangkan kebun nanas di lahan hampir dua hektare dengan sekitar 15 ribu pohon. Kebun itu dipanen secara bertahap dan hasilnya dijual ke pedagang dari Labuan Bajo.

Dalam satu kali transaksi, pedagang disebut dapat mengambil ratusan buah nanas dari kebun tersebut. Untuk pembelian dalam jumlah besar, harga di tingkat petani berada di kisaran Rp10 ribu–Rp15 ribu per buah.

Untuk pembelian dalam jumlah lebih sedikit, harga nanas bisa mencapai sekitar Rp30 ribu–Rp35 ribu per buah. Perbedaan harga dipengaruhi ukuran buah dan volume pembelian.

Produksi bertahap sepanjang tahun

RRI melaporkan bahwa panen nanas di kebun warga berlangsung secara bertahap. Pada periode produksi tinggi, panen bisa dilakukan hampir setiap pekan, sedangkan pada masa produksi lebih rendah, panen dilakukan sekitar dua pekan sekali.

Periode produksi tinggi disebut terjadi pada bulan Juli hingga September. Setelah periode tersebut, produksi biasanya menurun seiring perubahan musim dan pasokan dari petani lain.

Menurut keterangan di laporan yang sama, nanas menjadi komoditas utama bagi petani di Kampung Ndole. Sebelumnya mereka menanam komoditas lain seperti kemiri, namun beralih fokus ke nanas karena produksinya lebih teratur dan hasil penjualan lebih dapat diandalkan.

Hubungan desa pertanian dan kota pariwisata

Wikipedia mencatat bahwa Desa Golo Damu di Kecamatan Mbeliling terdiri antara lain dari Kampung Ndole. Wilayah desa ini membentang dari ruas Jalan Raya Trans Flores Labuan Bajo–Ruteng ke arah utara hingga Sungai Wae Rawas. Posisi tersebut menjadikan Golo Damu bagian dari jalur penghubung antara kawasan pertanian di pedalaman dan Labuan Bajo.

Dalam laporan lain, media lokal menggambarkan Kampung Ndole sebagai wilayah dengan komoditas utama nanas. Seorang petani di kampung itu mengeluhkan sebelumnya sulit menjual hasil nanas dan berharap pemerintah membantu agar produk mereka bisa masuk pasar hingga ke hotel-hotel di Labuan Bajo.

Pernyataan itu menunjukkan adanya kebutuhan penguatan rantai pasok antara sentra produksi di Kampung Ndole dan pelaku usaha di Labuan Bajo. Upaya memperluas akses pasar bagi nanas lokal dinilai penting agar petani memperoleh harga yang lebih baik.

Masuknya nanas dari Mbeliling ke Labuan Bajo memperlihatkan hubungan perdagangan antara desa pertanian di Manggarai Barat dan pusat pariwisata di ujung barat Flores. Namun, sejauh ini laporan media baru menggambarkan pengalaman beberapa petani dan belum memuat data menyeluruh mengenai volume pasokan nanas dari Mbeliling ke Labuan Bajo.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.