Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BPOLBF Dampingi Sekitar 200 UMKM di Wilayah Floratama

BPOLBF menyatakan telah mendampingi dan melatih sekitar 200 UMKM di wilayah koordinatifnya di NTT melalui program inkubasi dan pelatihan bisnis Floratama Academy.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyatakan telah memberikan pendampingan dan pelatihan kepada ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah koordinatifnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendampingan dilakukan melalui rangkaian program inkubasi dan pelatihan bisnis yang berfokus pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pernyataan mengenai pendampingan ratusan UMKM disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Andhy M. T. Marpaung sebagaimana dikutip media lokal pada pertengahan September 2026. Menurut Andhy, BPOLBF tidak mengelola UMKM secara langsung, melainkan memberikan pelatihan dan pendampingan bisnis berdasarkan rekomendasi dan kurikulum program Floratama Academy.

Program pendampingan mencakup pelaku usaha yang tersebar di berbagai kabupaten di Kepulauan Flores hingga Kabupaten Alor. Media yang sama menyebut jumlah UMKM yang terlibat dalam berbagai kegiatan pendampingan BPOLBF mencapai sekitar 200 unit usaha, meski belum merinci komposisi penerima manfaat di tiap kabupaten maupun sektor usaha yang dominan.

Floratama Academy dikenal sebagai program inkubasi yang dirancang BPOLBF untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui kombinasi pelatihan, pendampingan, dan mentoring bisnis. Program ini menyasar pelaku usaha di wilayah Flores, Alor, Lembata, dan sebagian wilayah Bima, dengan pendekatan peningkatan kemampuan negosiasi, akses pasar, permodalan, dan inovasi produk.

Dalam beberapa angkatan, Floratama Academy membagi peserta ke dalam kategori seperti seed dan growth group. Kategori itu membedakan antara unit usaha yang baru berjalan dan belum memiliki legalitas dengan unit usaha yang sudah lebih mapan. Pendekatan ini bertujuan menyesuaikan materi pelatihan dengan tahap perkembangan usaha, sekaligus memfasilitasi akses ke jejaring dan pasar pariwisata.

Kabupaten dalam wilayah koordinatif BPOLBF

BPOLBF merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dibentuk untuk mempercepat pembangunan pariwisata terintegrasi di kawasan Labuan Bajo dan Flores. Menurut penjelasan resmi lembaga tersebut, BPOLBF menjalankan fungsi koordinatif untuk 11 kabupaten di wilayah Floratama.

Wilayah koordinatif itu meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, serta sebagian wilayah Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat. Di Bima, cakupan koordinatif BPOLBF terbatas pada dua kecamatan, yakni Sape dan Lambu.

Dalam menjalankan fungsi koordinatif, BPOLBF memfokuskan program pendampingan pada pelaku usaha lokal yang memiliki keterkaitan dengan pariwisata dan ekonomi kreatif. Pelaku UMKM didorong untuk menjadi bagian dari rantai pasok destinasi wisata melalui peningkatan standar produk, narasi, dan kemasan agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Peran pendampingan terhadap UMKM

Sejumlah laporan kinerja dan kajian akademik mengenai Floratama Academy menunjukkan bahwa ratusan pelaku usaha di wilayah Floratama telah mengikuti pelatihan intensif, bootcamp, serta proses pendampingan bisnis yang berlangsung beberapa bulan. Pendampingan itu mencakup penajaman model bisnis, penguatan literasi digital, dan strategi pemasaran.

Pada tahap lanjut, peserta yang lolos seleksi program juga mendapat dukungan berupa mentoring, fasilitasi akses pendanaan, serta pendampingan untuk memenuhi standar kualitas pasar pariwisata. Beberapa UMKM yang mengikuti program disebut memperoleh kesempatan memasarkan produk melalui kanal daring maupun kegiatan promosi pariwisata di kawasan Labuan Bajo.

Pendekatan berbasis pendampingan dan pelatihan ini menegaskan posisi BPOLBF sebagai lembaga koordinatif yang berperan menghubungkan pelaku usaha lokal dengan ekosistem pariwisata, bukan sebagai pengelola langsung UMKM. Dengan cakupan wilayah yang meliputi Kabupaten Manggarai Barat dan daerah lain di Flores serta Alor, program pendampingan UMKM menjadi salah satu instrumen utama untuk memperkuat daya saing ekonomi lokal yang berbasis pariwisata.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.