Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BMKG Prakiraan Gelombang Pelabuhan Labuan Bajo Tenang 9–10 September

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang memprakirakan gelombang signifikan di Pelabuhan Labuan Bajo sekitar 0,1 meter dengan kondisi tenang pada 9–10 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang menerbitkan prakiraan cuaca pelabuhan untuk Labuan Bajo yang berlaku pada 9–10 September 2026 dengan tinggi gelombang signifikan sekitar 0,1 meter dan kondisi perairan dikategorikan tenang.

Dokumen prakiraan pelabuhan Labuan Bajo bernomor B/ME.01.02/CP/06/KTUG/IX/2026 memuat data parameter maritim per jam untuk periode 8 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga 10 September 2026 pukul 08.00 WITA, termasuk visibilitas, suhu udara, kelembapan, angin permukaan, gelombang signifikan, arus permukaan, dan tinggi muka laut menurut tabel BMKG.

Data BMKG dalam dokumen tersebut menunjukkan visibilitas di sekitar Pelabuhan Labuan Bajo umumnya berada di kisaran sekitar 8–10 kilometer. Suhu udara tercatat bergerak di rentang sekitar 23–31 derajat Celsius, dengan kelembapan udara berkisar antara lebih dari 70 persen hingga di atas 80 persen sepanjang periode pengamatan.

Informasi ini dapat menjadi bahan perencanaan awal bagi operator kapal, nelayan, dan pelaku distribusi barang. Namun, prakiraan pelabuhan perlu dilengkapi dengan pemeriksaan kondisi aktual di lapangan serta mengikuti prosedur keselamatan pelayaran dan arahan otoritas pelabuhan.

Angin, arus, dan tinggi muka laut

Dalam tabel prakiraan pelabuhan Labuan Bajo, kecepatan angin permukaan harian berada pada kisaran beberapa knot, dengan hembusan (wind gust) tercatat dapat mencapai sekitar 20 knot pada jam-jam tertentu pada awal periode September 2026. Angin berhembus dari beberapa arah berbeda, termasuk dari sektor barat dan timur, yang perlu diperhitungkan dalam manuver kapal di area pelabuhan.

Kecepatan arus permukaan menurut data BMKG berada di kisaran sekitar 0,6–0,7 knot dengan arah arus yang bervariasi, antara lain ke tenggara dan sektor lain di sekitar pelabuhan. Perubahan arah arus dan angin berpengaruh terhadap pergerakan kapal, terutama pada saat sandar dan keluar-masuk dermaga.

Dokumen yang sama mencantumkan tinggi muka laut (pasang surut) per jam yang bergerak dari nilai negatif hingga positif terhadap datum yang digunakan BMKG. Pola perubahan tinggi muka laut itu perlu dipertimbangkan dalam penjadwalan sandar, bongkar muat, dan pergerakan kapal sesuai prosedur operasional masing-masing operator.

Ringkasan data BMKG untuk periode 9–10 September 2026:

  • Gelombang signifikan di pelabuhan: sekitar 0,1 meter, kategori tenang.
  • Kecepatan angin permukaan: beberapa knot, dengan hembusan hingga sekitar 20 knot pada jam tertentu.
  • Jarak pandang: umumnya sekitar 8–10 kilometer.
  • Arus permukaan: sekitar 0,6–0,7 knot dengan arah bervariasi.
  • Suhu udara: sekitar 23–31 derajat Celsius.

Konteks kondisi maritim NTT

Di sisi lain, pada periode yang berdekatan, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur, termasuk Selat Sape bagian selatan dan perairan sekitar Taman Nasional Komodo. Media nasional dan lokal memberitakan bahwa gelombang signifikan di kawasan perairan tersebut diprakirakan dapat mencapai 1,5 hingga 3,0 meter dengan kecepatan angin sekitar 20–30 knot pada 8–11 September 2026, dan otoritas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menutup sementara pelayaran ke Pulau Padar dan kawasan Taman Nasional Komodo sebagai langkah kehati-hatian.

Peringatan dan langkah pembatasan tersebut menyasar perairan terbuka di sekitar Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, bukan kolom air tepat di dalam kolam pelabuhan. Karena itu, operator kapal dan pengguna jasa pelabuhan perlu membedakan antara prakiraan khusus pelabuhan Labuan Bajo yang menunjukkan gelombang tenang, dan prakiraan maritim perairan NTT yang memuat potensi gelombang tinggi di rute pelayaran menuju dan dari Labuan Bajo.

Pembaruan dan keselamatan pelayaran

BMKG menerbitkan prakiraan pelabuhan Labuan Bajo secara berkala dengan masa berlaku terbatas, biasanya dua hingga tiga hari. Pengguna pelabuhan perlu memantau pembaruan resmi BMKG dan menyesuaikan rencana pelayaran dengan perkembangan terbaru, karena kondisi aktual di laut dapat berubah lebih cepat daripada siklus penerbitan dokumen prakiraan.

Selain data BMKG, keputusan operasional pelayaran di Labuan Bajo dipengaruhi oleh kebijakan KSOP dan instansi terkait yang mempertimbangkan keselamatan penumpang, awak kapal, dan kegiatan wisata. Nelayan, operator angkutan barang, dan pelaku wisata bahari dianjurkan menggabungkan informasi prakiraan pelabuhan, peringatan maritim wilayah NTT, serta instruksi otoritas pelabuhan sebelum beraktivitas di laut.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.