Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Festival Fontein 2026 Angkat Budaya Multietnis dan UMKM

Festival Seni dan Budaya Kelurahan Fontein 2026 berlangsung tiga hari di Kota Kupang, NTT. Festival ini menghadirkan pertunjukan budaya multietnis dan pameran UMKM lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Festival Seni dan Budaya Kelurahan Fontein 2026 berlangsung selama tiga hari, Selasa 15 September hingga Kamis 17 September 2026, di Kelurahan Fontein, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pembukaan digelar di Halaman Rumah Cak Malada, RT 27/RW 09, dengan rangkaian acara yang memadukan pertunjukan budaya multietnis dan pameran UMKM lokal.

Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pariwisata menjadi penyelenggara utama festival ini. Menurut laporan Koran NTT, kegiatan tersebut resmi dibuka Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina M. D. Gheta, ST, yang mewakili Wali Kota Kupang Christian Widodo.

Festival dirancang sebagai ruang kreatif untuk menampilkan kekayaan tradisi lintas etnis sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi pelaku usaha mikro di Fontein dan wilayah sekitarnya. Penyelenggara menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya merawat warisan budaya dan memperkuat persaudaraan antarsuku dan ras.

Pertunjukan budaya dan pameran UMKM

Selama tiga hari pelaksanaan, festival menyajikan beragam atraksi seni dan budaya. Koran NTT mencatat rangkaian acara mencakup pameran UMKM, promosi kuliner khas daerah, seni tari, peragaan busana anak dan lansia, tradisi bertutur, pertunjukan Peiu Manu, serta kompetisi olah vokal.

Liputan Top News NTT menambahkan, pembukaan Festival Budaya Kelurahan Fontein menampilkan tarian penyambutan Oko Mama dari etnis Helong dan tarian Ledo Hawu dari etnis Sabu Raijua di Lapangan Cak Ma Lada. Kedua tarian itu dihadirkan sebagai simbol karakter multi etnis di wilayah Fontein.

Di area panggung luar ruang, spanduk dan dekorasi bertema seni dan budaya multietnis Fontein menghiasi lokasi kegiatan. Peserta dari berbagai kelompok usia mengenakan busana adat Nusa Tenggara Timur, sementara stan UMKM menawarkan kuliner tradisional dan produk lokal dari pelaku usaha di kelurahan setempat.

Festival mengusung tema mengenai kecintaan terhadap budaya lokal dan penguatan identitas dalam keberagaman. Menurut Top News NTT, tema utamanya adalah “Cintai Budaya Lokal, Merajut Asa, Kuatkan Identitas dalam Keberagaman dan Menyatukan Perbedaan” dengan subtema “Budaya Lestari, Masyarakat Fontein Maju dan Berbudaya”.

Dinas Pariwisata Kota Kupang memposisikan festival budaya kelurahan sebagai bagian dari program pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Dalam beberapa pernyataan sebelumnya, Josefina Gheta menekankan pentingnya pelibatan sanggar seni, dunia pendidikan, dan pelaku UMKM untuk menyajikan atraksi budaya, fashion show busana tradisional, serta jajanan kuliner berbahan lokal.

Agenda tahunan dan penguatan ekonomi kreatif

Koran NTT menyebut Festival Seni dan Budaya Kelurahan Fontein sebagai pergelaran berkala dan agenda tahunan Pemerintah Kota Kupang. Pelaksanaan 2026 di Fontein mengikuti pola yang sama dengan festival kelurahan lain, yakni menggabungkan atraksi budaya, lomba seni, dan promosi produk lokal.

Menurut pemberitaan lokal tentang kebijakan pariwisata Kota Kupang, pemerintah daerah tengah memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Jumlah pelaku usaha ekonomi kreatif di Kota Kupang dilaporkan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan digelarnya berbagai festival kelurahan dan agenda budaya di wilayah kota.

Dalam kerangka itu, Festival Fontein 2026 menjadi salah satu wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk dan menjangkau lebih banyak konsumen di tingkat lokal. Penyelenggara berharap kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan kekayaan tradisi Nusa Tenggara Timur, tetapi juga mendorong produktivitas usaha mikro di Fontein.

Meski demikian, media lokal belum memuat data rinci terkait jumlah peserta UMKM, nilai transaksi, maupun angka kunjungan selama festival berlangsung. Evaluasi resmi mengenai dampak ekonomi kegiatan ini belum dipublikasikan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.