Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BPH Migas Pantau Pasokan Minyak Tanah di Pangkalan Wae Mbuka

BPH Migas memantau penyaluran minyak tanah di Pangkalan Wae Mbuka, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, pada Jumat, 18 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Labuan Bajo — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memantau langsung distribusi minyak tanah di Pangkalan Minyak Tanah Wae Mbuka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 18 September 2026. Penyaluran ke pangkalan tersebut rata-rata sekitar 800–900 liter setiap tiga hari untuk melayani kurang lebih 150 kepala keluarga.

Pemantauan dilakukan Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam rangka pengawasan penyaluran energi pascabencana gempa di Flores. Menurut keterangan Wahyudi, kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran pasokan sekaligus pelayanan energi bagi masyarakat berjalan sesuai ketentuan.

Wahyudi menyatakan ketersediaan bahan bakar minyak di Manggarai Barat pascabencana secara umum berjalan baik. Pasokan ke wilayah tersebut ditopang jaringan Fuel Terminal Labuan Bajo dan Fuel Terminal Reo di Nusa Tenggara Timur.

Pasokan dan pola pelayanan

Minyak tanah dari Fuel Terminal Reo disalurkan ke Manggarai Barat melalui sejumlah penyalur resmi. Salah satunya Agen Minyak Tanah Wardun Perkasa Jaya yang memasok Pangkalan Wae Mbuka dengan volume rata-rata sekitar 800–900 liter setiap tiga hari.

Wahyudi menjelaskan pola pasokan berkala tersebut menjaga ketersediaan stok di pangkalan. Dengan skema itu, kebutuhan memasak rumah tangga diperkirakan dapat terpenuhi untuk tiga hingga empat hari berikutnya.

Pangkalan Minyak Tanah Wae Mbuka melayani warga di wilayah Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo. Untuk memudahkan pelayanan, pengelola menerapkan sistem antrean berbasis jeriken.

Setiap jeriken yang digunakan warga diberi nama pemilik. Masyarakat cukup menyerahkan jeriken untuk diisi dan mengambilnya kembali setelah terisi, sehingga tidak perlu menunggu lama di lokasi pangkalan.

Dalam pemantauan tersebut, BPH Migas mencatat konsumsi minyak tanah rumah tangga di wilayah layanan pangkalan berada pada kisaran yang dapat dipenuhi oleh volume penyaluran rutin. Skema distribusi di Pangkalan Wae Mbuka dinilai mendukung keberlanjutan penggunaan minyak tanah bagi keluarga yang masih mengandalkan bahan bakar tersebut untuk memasak.

Data utama: - Volume penyaluran ke Pangkalan Wae Mbuka: sekitar 800–900 liter setiap tiga hari. - Wilayah layanan: Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo. - Jumlah penerima layanan: sekitar 150 kepala keluarga.

Keterangan pemantauan

Dalam keterangannya, Wahyudi menyampaikan bahwa stok minyak tanah di pangkalan tersebut terjaga dan tersedia bagi warga. Pernyataan itu merujuk pada hasil pengawasan BPH Migas dan pengamatan langsung saat kunjungan ke Pangkalan Wae Mbuka.

BPH Migas menilai pemantauan distribusi penting bagi rumah tangga yang masih menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar utama untuk memasak. Ketersediaan BBM di Manggarai Barat juga berkaitan dengan aktivitas masyarakat dan perekonomian lokal, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya beralih ke LPG.

Konteks pascabencana

Pemantauan di Pangkalan Wae Mbuka merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI di Nusa Tenggara Timur bersama BPH Migas dan sejumlah mitra sektor energi. Dalam kunjungan itu, BPH Migas menyampaikan bahwa pasokan minyak tanah ke Manggarai Barat berasal dari Fuel Terminal Reo, sedangkan distribusi BBM lain di wilayah tersebut juga didukung Fuel Terminal Labuan Bajo.

Hasil pemantauan pada Jumat, 18 September 2026, menunjukkan penyaluran ke Pangkalan Wae Mbuka berjalan dengan pasokan rata-rata sekitar 800–900 liter setiap tiga hari. Pangkalan itu melayani sekitar 150 kepala keluarga di Kelurahan Wae Kelambu dengan pola pelayanan jeriken yang dinilai membantu menjaga ketertiban distribusi dan mengurangi waktu tunggu warga.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.