Rumah BUMN Ende Dukung UMKM Masuk Ekosistem Digital
Rumah BUMN Ende di bawah PLN mendampingi ratusan pelaku UMKM dan koperasi di Kabupaten Ende melalui pelatihan, pendampingan usaha, dan pemanfaatan media sosial serta lokapasar.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Rumah BUMN Ende yang dikelola PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Barat mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ende dan sekitarnya melalui program pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi digital.
Rumah BUMN Ende berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan UMKM lokal, sekaligus etalase pemasaran produk di samping Kantor PLN Ende sejak beroperasi pada 2021, menurut laporan media lokal dan pernyataan pengelola yang dikutip dalam pemberitaan tersebut.
Pengelola Rumah BUMN Ende yang berada di bawah naungan PLN menyatakan tujuan utama fasilitas ini adalah meningkatkan kualitas pelaku UMKM melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas, termasuk membuka akses pasar hingga ke platform digital.
Fokus pendampingan UMKM
Rumah BUMN Ende menerima pelaku usaha pemula maupun UMKM yang sudah berjalan. Produk yang dibina meliputi makanan dan minuman olahan, keripik, tenun ikat, kerajinan tangan, dan berbagai produk kriya, sebagaimana dipaparkan pengelola dalam wawancara yang dimuat media lokal.
Dalam laporan yang sama, pengelola menjelaskan bahwa pendampingan diarahkan untuk membantu pelaku usaha memperbaiki mutu produk, kemasan, perizinan, serta kemampuan manajerial sehingga usaha lebih siap memanfaatkan saluran pemasaran digital.
Sejumlah kegiatan pelatihan rutin digelar di Rumah BUMN Ende untuk mendukung tujuan tersebut. Jurnal pengabdian masyarakat yang meneliti aktivitas Rumah BUMN Ende mencatat bahwa pelatihan difokuskan agar UMKM go digital dan go online melalui penggunaan media sosial dan lokapasar atau marketplace.
Konsep 4G dalam pembinaan
Program pembinaan UMKM di jaringan Rumah BUMN nasional dirangkum dalam kerangka empat tahap, yakni Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Kerangka ini dijelaskan Kementerian BUMN dan sejumlah BUMN pengelola Rumah BUMN sebagai panduan umum pendampingan UMKM.
Pada tahap Go Modern, pelaku usaha didampingi untuk meningkatkan kualitas produk, kemasan, perizinan, dan pencatatan usaha. Tahap Go Digital membantu pemanfaatan teknologi dasar dan media sosial untuk operasional dan pemasaran. Tahap Go Online mendorong UMKM masuk ke marketplace untuk memperluas jangkauan pasar, sementara tahap Go Global membekali pelaku usaha dengan pengetahuan regulasi dan kesiapan ekspor.
Penelitian tentang praktik pembinaan di Rumah BUMN menunjukkan bahwa UMKM biasanya dikelompokkan sesuai tingkat kesiapan digitalnya, lalu diikutkan dalam pelatihan dan pendampingan berlapis berdasarkan empat tahap tersebut.
Pelatihan dan kolaborasi di Ende
Di wilayah Flores bagian timur, Rumah BUMN Ende by PLN juga tercatat bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menyelenggarakan pelatihan kriya bagi pelaku UMKM. Kegiatan di Aula Gereja St. Ignatius Loyola Sikka pada 12 Februari 2026, yang diikuti 30 pelaku UMKM, bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan meningkatkan kapasitas produksi serta daya saing produk lokal.
Media lokal lain menggambarkan bahwa Rumah BUMN Ende mendorong pemberdayaan UMKM melalui program pelatihan, pendampingan usaha, dan kerja sama lintas sektor di Kabupaten Ende. Program ini ditujukan untuk menjawab keterbatasan akses teknologi dan kendala pengembangan usaha yang masih dihadapi sebagian pelaku UMKM.
Selain fungsi pembinaan dan pelatihan, Rumah BUMN Ende menyediakan ruang kerja bersama atau co-working space yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha dan milenial untuk bekerja, berdiskusi, dan mengakses internet, sebagaimana diuraikan dalam penelitian tentang aktivitas Rumah BUMN Ende.
Pada 2025, pengelola Rumah BUMN Ende menyebut lembaga ini telah mendampingi ratusan pelaku UMKM dan koperasi di Kabupaten Ende. Angka yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan skala pendampingan yang terus berkembang sejak fasilitas ini didirikan.
Sumber
Berita berikutnya

Ekonomi Flores Timur Tumbuh 4,98 Persen pada 2025
Ekonomi Kabupaten Flores Timur tumbuh sekitar 4,98 persen secara tahunan pada 2025. Data BPS menunjukkan industri pengolahan mencatat laju pertumbuhan…
Baca juga



