Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Ekonomi Flores Timur Tumbuh 4,98 Persen pada 2025

Ekonomi Kabupaten Flores Timur tumbuh sekitar 4,98 persen secara tahunan pada 2025. Data BPS menunjukkan industri pengolahan mencatat laju pertumbuhan tertinggi, sementara struktur PDRB masih didominasi sektor pertanian.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Pulau Kinde Terletak di Utara Flores, Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Pulau Kinde Terletak di Utara Flores, Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur. · Foto: Niko Segu Do / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Labuan Bajo — Ekonomi Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, tumbuh sekitar 4,98 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2025, berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) harga konstan yang dirangkum Badan Pusat Statistik dan diolah Databoks Katadata.

PDRB Flores Timur atas dasar harga konstan tercatat naik dari sekitar Rp3,8 triliun pada 2024 menjadi sekitar Rp3,99 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi di sebagian besar lapangan usaha di daerah tersebut.

Menurut pemaparan Databoks yang merujuk data BPS, dari 17 sektor utama, 14 sektor mencatat pertumbuhan positif, sementara tiga sektor lainnya mengalami kontraksi pada 2025.

Industri pengolahan tumbuh paling tinggi

Data PDRB berdasarkan lapangan usaha menunjukkan industri pengolahan sebagai sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 14,99 persen pada 2025. Di bawahnya, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 13,01 persen.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 9,47 persen, disusul jasa perusahaan yang naik 7,93 persen. Pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang tumbuh 5,51 persen, berada di atas laju pertumbuhan ekonomi Flores Timur secara keseluruhan.

Dalam publikasi BPS tentang PDRB Flores Timur, komposisi PDRB baik atas dasar harga berlaku maupun harga konstan didominasi oleh kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan. Dengan demikian, industri pengolahan tercatat sebagai sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi, sementara kontribusi terbesar terhadap PDRB masih berasal dari sektor pertanian dan sektor lain yang berperan besar dalam struktur ekonomi.

Daftar sektor dengan pertumbuhan positif pada 2025 menurut Databoks antara lain:

  • Industri pengolahan: 14,99 persen.
  • Perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor: 13,01 persen.
  • Penyediaan akomodasi dan makan minum: 9,47 persen.
  • Pertanian, kehutanan, dan perikanan: 5,51 persen.
  • Jasa pendidikan: 5,48 persen.
  • Jasa kesehatan dan kegiatan sosial: 5,21 persen.
  • Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib: 4,38 persen.
  • Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang: 4,25 persen.

Tiga sektor mengalami kontraksi

Tidak semua kegiatan ekonomi Flores Timur bergerak positif. Databoks mencatat pengadaan listrik dan gas turun 6,58 persen, konstruksi menyusut 2,02 persen, dan pertambangan serta penggalian turun 0,47 persen pada 2025.

Sektor lain yang tetap tumbuh, tetapi berada di bawah pertumbuhan ekonomi daerah, meliputi jasa keuangan dan asuransi sebesar 3,49 persen, transportasi dan pergudangan 2,98 persen, serta informasi dan komunikasi 2,91 persen. Jasa lainnya tumbuh 2,82 persen dan real estat 2,69 persen.

Konteks perkembangan ekonomi daerah

Dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah 2023–2026, pemerintah Kabupaten Flores Timur menargetkan pertumbuhan PDRB sekitar 4,61 persen pada 2025. Realisasi sekitar 4,98 persen seperti tercatat dalam data BPS dan diolah Databoks menunjukkan kinerja ekonomi yang berada di atas kisaran target tersebut.

BPS Flores Timur dalam publikasi statistik daerah menegaskan bahwa komposisi PDRB masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Pertumbuhan yang cukup tinggi di industri pengolahan dan sektor perdagangan serta akomodasi menggambarkan penguatan aktivitas ekonomi non-pertanian, meski secara struktur ekonomi sektor primer tetap memegang peran penting.

Di sisi lain, kontraksi di sektor listrik dan gas, konstruksi, serta pertambangan mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi belum merata di seluruh lapangan usaha. Sebagian sektor jasa dan kegiatan penunjang infrastruktur masih tumbuh di bawah rata-rata ekonomi daerah.

Data yang tersedia berfokus pada laju pertumbuhan PDRB dan perubahan nilai tambah per sektor. Informasi rinci mengenai perubahan omzet pelaku usaha, pendapatan rumah tangga, penyerapan tenaga kerja, dan daya beli masyarakat Flores Timur memerlukan publikasi statistik tambahan dari BPS atau instansi terkait.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.