Ekonomi Flores Timur Tumbuh 4,98 Persen pada 2025
Ekonomi Kabupaten Flores Timur tumbuh sekitar 4,98 persen secara tahunan pada 2025. Data BPS menunjukkan industri pengolahan mencatat laju pertumbuhan tertinggi, sementara struktur PDRB masih didominasi sektor pertanian.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Ekonomi Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, tumbuh sekitar 4,98 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2025, berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) harga konstan yang dirangkum Badan Pusat Statistik dan diolah Databoks Katadata.
PDRB Flores Timur atas dasar harga konstan tercatat naik dari sekitar Rp3,8 triliun pada 2024 menjadi sekitar Rp3,99 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi di sebagian besar lapangan usaha di daerah tersebut.
Menurut pemaparan Databoks yang merujuk data BPS, dari 17 sektor utama, 14 sektor mencatat pertumbuhan positif, sementara tiga sektor lainnya mengalami kontraksi pada 2025.
Industri pengolahan tumbuh paling tinggi
Data PDRB berdasarkan lapangan usaha menunjukkan industri pengolahan sebagai sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 14,99 persen pada 2025. Di bawahnya, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 13,01 persen.
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 9,47 persen, disusul jasa perusahaan yang naik 7,93 persen. Pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang tumbuh 5,51 persen, berada di atas laju pertumbuhan ekonomi Flores Timur secara keseluruhan.
Dalam publikasi BPS tentang PDRB Flores Timur, komposisi PDRB baik atas dasar harga berlaku maupun harga konstan didominasi oleh kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan. Dengan demikian, industri pengolahan tercatat sebagai sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi, sementara kontribusi terbesar terhadap PDRB masih berasal dari sektor pertanian dan sektor lain yang berperan besar dalam struktur ekonomi.
Daftar sektor dengan pertumbuhan positif pada 2025 menurut Databoks antara lain:
- Industri pengolahan: 14,99 persen.
- Perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor: 13,01 persen.
- Penyediaan akomodasi dan makan minum: 9,47 persen.
- Pertanian, kehutanan, dan perikanan: 5,51 persen.
- Jasa pendidikan: 5,48 persen.
- Jasa kesehatan dan kegiatan sosial: 5,21 persen.
- Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib: 4,38 persen.
- Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang: 4,25 persen.
Tiga sektor mengalami kontraksi
Tidak semua kegiatan ekonomi Flores Timur bergerak positif. Databoks mencatat pengadaan listrik dan gas turun 6,58 persen, konstruksi menyusut 2,02 persen, dan pertambangan serta penggalian turun 0,47 persen pada 2025.
Sektor lain yang tetap tumbuh, tetapi berada di bawah pertumbuhan ekonomi daerah, meliputi jasa keuangan dan asuransi sebesar 3,49 persen, transportasi dan pergudangan 2,98 persen, serta informasi dan komunikasi 2,91 persen. Jasa lainnya tumbuh 2,82 persen dan real estat 2,69 persen.
Konteks perkembangan ekonomi daerah
Dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah 2023–2026, pemerintah Kabupaten Flores Timur menargetkan pertumbuhan PDRB sekitar 4,61 persen pada 2025. Realisasi sekitar 4,98 persen seperti tercatat dalam data BPS dan diolah Databoks menunjukkan kinerja ekonomi yang berada di atas kisaran target tersebut.
BPS Flores Timur dalam publikasi statistik daerah menegaskan bahwa komposisi PDRB masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Pertumbuhan yang cukup tinggi di industri pengolahan dan sektor perdagangan serta akomodasi menggambarkan penguatan aktivitas ekonomi non-pertanian, meski secara struktur ekonomi sektor primer tetap memegang peran penting.
Di sisi lain, kontraksi di sektor listrik dan gas, konstruksi, serta pertambangan mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi belum merata di seluruh lapangan usaha. Sebagian sektor jasa dan kegiatan penunjang infrastruktur masih tumbuh di bawah rata-rata ekonomi daerah.
Data yang tersedia berfokus pada laju pertumbuhan PDRB dan perubahan nilai tambah per sektor. Informasi rinci mengenai perubahan omzet pelaku usaha, pendapatan rumah tangga, penyerapan tenaga kerja, dan daya beli masyarakat Flores Timur memerlukan publikasi statistik tambahan dari BPS atau instansi terkait.
Sumber
Berita berikutnya

Kejari Sikka Tetapkan Delapan Tersangka Kredit Fiktif di Tiga Unit Bank BUMN
Kejaksaan Negeri Sikka di Nusa Tenggara Timur menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi kredit fiktif pada tiga unit salah satu bank BUM…
Baca juga



