Dua Nelayan Sikka Hilang Kontak Saat Berlayar ke Pulau Karumpa
Dua nelayan asal Sikka, Ahmad Junaidi dan Jiar Junaidi Mendome, dilaporkan hilang kontak saat berlayar menuju Pulau Karumpa sejak 18 September 2026. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di perairan Flores bagian utara.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Dua nelayan asal Kabupaten Sikka, Ahmad Junaidi (55) dan Jiar Junaidi Mendome (16), dilaporkan hilang kontak saat berlayar menuju Pulau Karumpa, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sejak Jumat, 18 September 2026. Keduanya berangkat dari Pelabuhan Wuring, Sikka, sekitar pukul 14.05 Wita.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan keluarga sempat berkomunikasi dengan keduanya pada pukul 16.10 Wita di hari yang sama. Dalam komunikasi terakhir, posisi mereka berada di sekitar perairan Pulau Palue, sebelum telepon keduanya tak lagi bisa dihubungi.
Kantor SAR Maumere menerima laporan hilang kontak pada Sabtu, 19 September 2026, pukul 16.50 Wita. Tim SAR gabungan kemudian mengerahkan KN SAR Puntadewa 250 dan Rigid Inflatable Boat dari Kantor SAR Maumere untuk mencari keduanya di perairan utara Flores dan sekitarnya.
Pencarian itu dilakukan setelah koordinat terakhir yang diketahui menempatkan kapal di sekitar Pulau Palue, wilayah yang menjadi lintasan menuju Selayar dari pesisir utara Sikka. Pada Minggu, 20 September 2026, operasi pencarian masih berlangsung.
Identitas dan Rute
Ahmad Junaidi dan Jiar Junaidi Mendome berasal dari Kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Keduanya disebut berangkat dengan tujuan Pulau Karumpa di Kepulauan Selayar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan perkiraan waktu tiba mereka di tujuan adalah pukul 22.00 Wita pada 18 September 2026. Namun, keduanya tidak kunjung tiba dan nomor telepon mereka tidak lagi aktif setelah komunikasi terakhir pada sore hari.
Upaya Pencarian
Operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan yang dikoordinasikan Kantor SAR Maumere. Petugas mengarahkan pencarian berdasarkan titik terakhir komunikasi dan rute pelayaran yang dilalui kedua nelayan.
Hingga 20 September 2026, pencarian belum membuahkan hasil. Aparat SAR terus menyisir perairan yang diduga menjadi lintasan kapal mereka.
Peristiwa ini kembali menyoroti risiko pelayaran nelayan kecil di perairan Flores bagian utara dan lintas antar-pulau yang kerap dipengaruhi cuaca, jarak tempuh, dan kemampuan komunikasi di laut.
Data Awal
- Tanggal hilang kontak: 18 September 2026
- Asal: Kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka
- Tujuan: Pulau Karumpa, Kepulauan Selayar
- Nama korban: Ahmad Junaidi dan Jiar Junaidi Mendome
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores Raya
Bantuan untuk 3.600 Warga Flores Diberangkatkan 1 November
Pemuda Masjid Dunia dan BAZNAS RI menyiapkan bantuan untuk 3.600 warga terdampak bencana di Flores. Pengiriman dijadwalkan pada 1 November 2026.
Terbaru di Flores Raya

Berita utama hari ini

Baca juga





