Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

PUPR Manggarai Bersihkan Ruas Sambi–Nanu dan Lando–Wetok–Kukung

Dinas PUPR Kabupaten Manggarai membersihkan material yang menutup badan jalan di ruas Sambi–Nanu dan Lando–Wetok–Kukung di Kecamatan Reok Barat pascagempa M7,7 Flores.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai membersihkan material yang menutup badan jalan pada ruas Sambi–Nanu di Kampung Golo Kukung, Desa Sambi, Kecamatan Reok Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 8 September 2026.

Pekerjaan itu dilakukan untuk memulihkan akses warga setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Menurut laporan media lokal yang mengutip penjelasan Pemerintah Kabupaten Manggarai, penanganan difokuskan pada ruas yang tertutup material longsor sehingga kendaraan sulit melintas.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, Wilfridus Eduardus Elfrid Turuk, menjelaskan penanganan infrastruktur jalan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan tingkat urgensi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan perdana Pemerintah Kabupaten Manggarai pascagempa di kantor sementara bupati di Stadion Golo Dukal pada 8 September 2026.

Wilfridus menyebut sejumlah ruas yang terdampak terus dipantau karena wilayah Manggarai masih merasakan gempa susulan. Pemerintah daerah menggunakan laporan petugas dan kondisi aktual di lapangan sebagai dasar penentuan lokasi dan bentuk penanganan.

Penanganan di beberapa ruas

Selain ruas Sambi–Nanu, PUPR Manggarai juga melakukan pembersihan material pada ruas Lando–Wetok–Kukung di Kecamatan Reok Barat. Langkah ini ditujukan untuk menjaga konektivitas dan akses transportasi masyarakat agar jalur penghubung antarkampung tetap berfungsi.

Ruas Kajong–Wae Ncuring di Kampung Golo Kukung, Desa Sambi, dilaporkan sudah selesai ditangani. Menurut keterangan yang dikutip media lokal, material yang sebelumnya menutup badan jalan telah dibersihkan sehingga kendaraan dan aktivitas warga dapat kembali melintas di jalur tersebut.

Ruas-ruas ini berperan penting bagi mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok dan bantuan, serta kegiatan sosial dan ekonomi di wilayah utara Manggarai. Pemerintah daerah menempatkan pemulihan akses jalan sebagai salah satu prioritas pascagempa, di samping penanganan korban dan kerusakan bangunan.

Media yang mengutip penjelasan Dinas PUPR Manggarai menyebut pekerjaan utama berupa pembersihan dan penggusuran material yang menutup badan jalan. Rincian teknis seperti panjang ruas yang terdampak, volume material yang dibersihkan, maupun kebutuhan penguatan tebing dan perbaikan struktur jalan belum dijelaskan dalam laporan tersebut.

PUPR Manggarai mengimbau masyarakat berhati-hati saat melewati jalan yang masih dalam penanganan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Warga diminta segera melaporkan kerusakan atau timbunan material yang berpotensi membahayakan pengguna jalan kepada pemerintah desa atau kecamatan agar dapat ditangani.

Konteks gempa Flores

Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 tercatat menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di sejumlah kabupaten, termasuk Manggarai dan Manggarai Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan gempa susulan setelah peristiwa utama, dengan intensitas guncangan yang masih dirasakan di kawasan Ruteng, Reok, Reok Barat, dan wilayah sekitarnya.

Laporan BMKG dan lembaga penyiaran publik menunjukkan wilayah utara Manggarai, termasuk Kecamatan Reok dan Reok Barat, sebagai salah satu daerah yang mengalami dampak cukup berat, baik dari sisi kerusakan bangunan maupun gangguan akses jalan akibat longsor. Dalam konteks itu, pembersihan ruas Sambi–Nanu, Lando–Wetok–Kukung, dan Kajong–Wae Ncuring menjadi bagian dari upaya pemulihan konektivitas di Reok Barat.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga ditugaskan untuk membersihkan jalan-jalan utama yang tertutup longsor di Flores, termasuk jalur Trans-Flores dan jalan penghubung di wilayah Manggarai. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar akses transportasi strategis, baik untuk logistik bantuan maupun aktivitas ekonomi warga, dapat kembali berjalan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.