Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BPOLBF Salurkan 3 Ton Beras, Rekonstruksi di Manggarai Barat Disiapkan

BPOLBF menyalurkan 3 ton beras ke dua posko penanganan gempa Flores, sementara Polres Manggarai Barat menggelar trauma healing bagi anak-anak Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak 3 ton beras bagi masyarakat terdampak rangkaian gempa bumi Flores berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur sejak 15 Agustus 2026.

Menurut keterangan resmi BPOLBF, bantuan beras itu berasal dari keluarga besar pegawai Kementerian Pariwisata melalui biro-biro kerohanian dan disalurkan ke dua posko. Sebanyak 1,5 ton beras diserahkan ke Posko AJU-1 BNPB di Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada 28 Agustus 2026. Sisanya 1,5 ton dikirim ke Posko Bersama BPBD di Kabupaten Manggarai pada 30 Agustus 2026 untuk kemudian dikoordinasikan distribusinya kepada warga terdampak.

Dalam keterangan BPOLBF tidak dijelaskan jumlah penerima bantuan, desa tujuan distribusi, maupun pembagian kelompok prioritas. Informasi mengenai jangkauan bantuan hingga ke wilayah terpencil juga belum dimuat.

Tahap bantuan dan pendampingan

Penyaluran beras menunjukkan bahwa bantuan pangan masih menjadi salah satu komponen respons pascagempa di Flores, di tengah rangkaian gempa susulan yang masih dipantau lembaga resmi. Di saat yang sama, kebutuhan pemulihan warga juga menyentuh aspek psikologis.

Lembaga penyiaran publik melaporkan Polres Manggarai Barat menggelar pendampingan psikologis bagi anak-anak penghuni Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk, Labuan Bajo. Kegiatan trauma healing itu berlangsung Sabtu, 29 Agustus 2026, dan dikemas dalam bentuk permainan kelompok, sesi konseling ringan, patroli edukatif berkeliling kota, edukasi tertib berlalu lintas, pelayanan kesehatan gratis, serta pembagian paket bantuan.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang menjelaskan kegiatan patroli keliling kota dirancang untuk memberikan suasana baru dan mengurangi kejenuhan anak-anak yang berminggu-minggu tinggal di area pengungsian. Menurut dia, pendampingan akan dilanjutkan melalui pemantauan berkala ke Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk, termasuk pengecekan kondisi tenda darurat selama masa pemulihan.

Media lokal yang meliput kegiatan tersebut menggambarkan bahwa trauma healing menyasar puluhan penghuni satu asrama melalui aktivitas permainan, bernyanyi, dan konseling ringan bersama tim psikologi Polda Jawa Tengah. Namun, belum tersedia data terpublikasi mengenai cakupan layanan psikososial bagi seluruh anak terdampak gempa di Manggarai Barat.

Rekonstruksi jalan dan jembatan

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyatakan proses pemulihan diarahkan pada rekonstruksi infrastruktur setelah asesmen kerusakan bangunan dan jaringan jalan. Dalam rapat paripurna DPRD pada 27 Agustus 2026, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menegaskan pentingnya pemetaan kerusakan untuk menetapkan kategori rusak berat, sedang, dan ringan sebagai dasar penanganan.

Situs informasi resmi pemerintah daerah memberitakan bahwa pemerintah menargetkan data asesmen mulai diterjemahkan menjadi tindakan pada pekan kedua September 2026. Bupati juga menyampaikan telah terbit surat keputusan penanganan ruas Lintas Utara dengan anggaran sekitar Rp84,167 miliar untuk kurang lebih 10 kilometer jalan.

Pemerintah kabupaten mengalokasikan anggaran penyusunan studi kelayakan dalam perubahan APBD 2026. Studi itu disiapkan sebagai dasar perencanaan pembangunan infrastruktur bersama BNPB, termasuk sejumlah jembatan di wilayah Manggarai Barat.

Menurut pemaparan Bupati dalam forum tersebut, rencana anggaran rekonstruksi infrastruktur pada 2027 berada di atas Rp200 miliar, sedangkan untuk periode 2028 hingga 2031 total rencana anggaran mencapai sekitar Rp1,032 triliun. Rincian proyek, sumber pendanaan, dan jadwal pelaksanaan belum diuraikan dalam keterangan yang sama.

Data respons yang terkonfirmasi

  • Bantuan pangan: 3 ton beras dari BPOLBF untuk masyarakat terdampak gempa Flores.
  • Lokasi penyaluran: Posko AJU-1 BNPB Labuan Bajo dan Posko Bersama BPBD Kabupaten Manggarai.
  • Infrastruktur Lintas Utara: sekitar 10 kilometer dengan anggaran Rp84,167 miliar berdasarkan surat keputusan penanganan pemerintah kabupaten.
  • Pendampingan psikososial: trauma healing dan patroli edukatif bagi anak-anak penghuni Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk di Labuan Bajo.

Konteks gempa Flores

Gempa bumi utama berkekuatan M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 dan memicu tsunami di beberapa wilayah sesuai pemodelan lembaga meteorologi dan geofisika. Lembaga tersebut melaporkan ribuan gempa susulan dengan variasi magnitudo yang dirasakan hingga Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka.

Berdasarkan siaran pers lembaga yang sama, gempa utama dan rangkaian susulan menyebabkan korban jiwa puluhan orang, ratusan warga luka-luka, serta kerusakan bangunan dengan tingkat ringan hingga berat di sejumlah kabupaten. Dalam situasi itu, bantuan pangan, layanan kesehatan dan psikososial, serta persiapan asesmen kerusakan dan dokumen rekonstruksi menjadi bagian dari respons awal dan rencana pemulihan jangka menengah di Flores bagian barat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.