Trauma Healing Polres Manggarai Barat untuk Anak Asrama di Labuan Bajo
Polres Manggarai Barat menggelar trauma healing bagi anak-anak penghuni Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk di Labuan Bajo pascagempa Flores.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Polres Manggarai Barat menggelar layanan trauma healing bagi anak-anak penghuni Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk di Labuan Bajo pascagempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Menurut laporan RRI, kegiatan dilaksanakan Sabtu, 29 Agustus 2026, dalam bentuk permainan kelompok, konseling ringan, pemeriksaan kesehatan, dan patroli edukatif berkeliling Kota Labuan Bajo bersama jajaran kepolisian dan tim psikologi.
Anak-anak yang masih tinggal di tenda darurat diajak menaiki kendaraan operasional kepolisian untuk menikmati suasana berbeda setelah berminggu-minggu berada di area pengungsian.
RRI menyebut kegiatan ini melibatkan Satuan Lalu Lintas, Satuan Pembinaan Masyarakat, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Manggarai Barat, serta BKO Tim Psikologi Polda Jawa Tengah.
Sebelum patroli dimulai, anak-anak mengikuti kegiatan bernyanyi dan permainan untuk mencairkan suasana, sekaligus sesi konseling ringan bersama tim psikologi.
Pendampingan psikologis dan kesehatan
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang menjelaskan bahwa patroli edukatif dirancang untuk mengurangi kejenuhan anak-anak yang selama berminggu-minggu berada di area pengungsian setelah gempa.
Dalam keterangannya yang dikutip media, Christian mengatakan kegiatan patroli keliling kota sengaja disusun untuk memberikan suasana baru dan membantu anak-anak sejenak melupakan ketegangan akibat bencana.
Personel Satlantas menyisipkan edukasi tertib berlalu lintas secara interaktif selama patroli, sementara tim psikologi memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak.
Sidokkes Polres Manggarai Barat memeriksa kesehatan anak-anak dan pengurus asrama, termasuk pengecekan tekanan darah dan kondisi umum para penghuni.
Menurut pemberitaan lokal, kegiatan berlangsung hingga sore hari dan ditutup dengan pembagian paket sembako, vitamin, obat-obatan, serta doa bersama di lokasi asrama.
Apresiasi dari pengelola asrama
Video dan laporan yang dimuat Detik menampilkan pernyataan Kepala Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk, Suster Tatiana Tatu Wadang, yang menyampaikan terima kasih atas pendampingan trauma healing yang diberikan kepada anak-anak penghuni asrama.
Ia menyebut kehadiran Polres Manggarai Barat membantu anak-anak yang selama ini merasa takut terhadap bencana untuk mulai memulihkan rasa aman.
Media lokal Okebajo menggambarkan bahwa setelah dua pekan tinggal di tenda pengungsian, kegiatan patroli edukatif dan trauma healing menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali tersenyum dan merasakan pengalaman menyenangkan di luar area tenda.
Konteks pascabencana di Manggarai Barat
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 dan berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai Barat.
Sejumlah lembaga pendidikan dan asrama di Labuan Bajo mengadakan berbagai kegiatan pemulihan psikologis bagi anak-anak dan remaja, mulai dari rekoleksi mental di sekolah hingga trauma healing yang melibatkan aparat kepolisian dan tim psikologi.
Di Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk, anak-anak masih bertahan di tenda darurat ketika kegiatan trauma healing Polres Manggarai Barat digelar.
Pendampingan psikososial bagi anak-anak penyintas gempa menjadi bagian dari rangkaian operasi kemanusiaan di wilayah Flores, yang melibatkan Polres Manggarai Barat, BKO Korps Brimob Polri, serta tim psikologi Mabes Polri dan Polda Jawa Tengah.
Sumber
- RRI Ende - Hilangkan Trauma Gempa, Polisi Ajak Anak Patroli Keliling Labuan Bajo
- Okebajo - Dua Pekan Tinggal di Tenda Pengungsian, Polisi Kembalikan Senyum Anak-anak Asrama Biata Maria Helena Labuan Bajo
- Detikcom - Video: Momen Polisi Beri Trauma Healing Anak Korban Gempa di NTT
- TribunFlores - Pascagempa Flores, SMASK Santu Markus Pateng Pulihkan Mental Siswa Lewat Rekoleksi
Berita berikutnya

KSOP Labuan Bajo Periksa Kesiapan Kapal Wisata dan Sosialisasikan Keselamatan
KSOP Kelas III Labuan Bajo memeriksa kesiapan kapal wisata dan menyosialisasikan keselamatan pelayaran di perairan Manggarai Barat. KLM Ratana disebut…
Baca juga




