Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pelindo Labuan Bajo Genjot Layanan Peti Kemas

Pelindo Labuan Bajo bersama perusahaan pelayaran mendorong penggunaan peti kemas untuk arus barang dari dan ke Manggarai Barat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Labuan Bajo, Flores Island, Indonesia.
Foto arsip: Labuan Bajo, Flores Island, Indonesia. · Foto: Jakub Hałun / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Labuan Bajo — PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Labuan Bajo bersama perusahaan pelayaran mendorong peningkatan penggunaan peti kemas untuk arus barang dari dan ke Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Menurut laporan Pelindo Terminal Petikemas, arus peti kemas di Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo pada 2021–awal 2022 relatif stabil dengan rata-rata sekitar 450 boks per bulan.

General Manager Pelindo Labuan Bajo saat itu, Dimaz Yuliono, menyatakan perusahaan aktif menawarkan layanan peti kemas kepada pemilik barang. Peti kemas dinilai memberi keunggulan dalam keamanan muatan dan kemudahan penanganan di terminal.

Pelindo juga menggali potensi hinterland di Manggarai Barat agar komoditas dari wilayah tersebut dikirim ke luar daerah menggunakan peti kemas. Kargo yang masuk ke Labuan Bajo diupayakan memanfaatkan layanan peti kemas dengan skema tarif yang dinilai kompetitif bagi pengguna jasa.

Arus dan kapasitas peti kemas

Terminal Multipurpose Wae Kelambu di Pelabuhan Labuan Bajo dioperasikan Pelindo sebagai fasilitas khusus logistik. Kementerian Perhubungan menetapkan terminal ini untuk melayani lalu lintas logistik dan kegiatan bongkar muat komoditas seperti peti kemas, general cargo, dan curah cair, sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk Pelabuhan Labuan Bajo dan keputusan menteri terkait.

Menurut paparan Pelindo, sejak uji coba pelayanan pada April 2021 hingga pertengahan Juni 2021, Terminal Multipurpose Labuan Bajo telah melayani 19 kapal peti kemas dan 1 kapal non-peti kemas dengan total 1.101 TEUs dan sekitar 1.700 ton semen. Dermaga sepanjang 120 meter dan lapangan penumpukan sisi laut seluas 3 hektare memberi kapasitas penanganan peti kemas hingga sekitar 75.000 TEUs per tahun.

Laporan Pelindo Terminal Petikemas mencatat, untuk periode operasional berikutnya arus peti kemas di Labuan Bajo per bulan berada di kisaran 450 boks kontainer. Angka ini mencerminkan intensitas layanan yang terus dijaga agar pemilik kargo beralih ke moda peti kemas untuk pengiriman barang.

Terminal didukung peralatan bongkar muat seperti reach stacker, forklift, dan trailer dengan chassis untuk menangani peti kemas di dermaga dan lapangan penumpukan. Peralatan tersebut digunakan untuk kegiatan stevedoring, yakni bongkar muat peti kemas dari kapal ke trailer, dan penumpukan di lapangan penumpukan.

Peran perusahaan pelayaran dan insentif

Operasional peti kemas di Terminal Multipurpose Labuan Bajo didukung sejumlah perusahaan pelayaran kontainer. Pelindo menyebut rata-rata tujuh kapal peti kemas per bulan singgah di Labuan Bajo, dengan puncak hingga 10 kapal pada Agustus. Arus peti kemas terbagi dengan pelabuhan lain di sekitar Labuan Bajo.

Untuk menarik minat pengguna jasa, Pelindo Labuan Bajo menerapkan insentif bagi kapal tertentu. Pada 2021, perusahaan memberikan diskon hingga 85 persen untuk biaya stevedoring dan 50 persen untuk penumpukan bagi kapal yang melayani trayek tol laut. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menurunkan biaya logistik dan mendorong pemanfaatan fasilitas peti kemas di Labuan Bajo.

Pelindo menekankan pentingnya pengembangan pasar peti kemas untuk mendukung arus barang masuk dan keluar Manggarai Barat. Penggunaan peti kemas diharapkan memperlancar rantai pasok sekaligus memperkuat fungsi Labuan Bajo sebagai simpul logistik di Flores bagian barat.

Konteks pengembangan pelabuhan

Terminal Multipurpose Wae Kelambu dibangun pada 2020 dan mulai uji coba operasi pada April 2021 sebelum diresmikan sebagai pelabuhan khusus logistik pada Oktober 2021. Pembangunan terminal ini menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperkuat jaringan pelabuhan logistik di Nusa Tenggara Timur.

Sejalan dengan itu, merger BUMN pelabuhan yang melahirkan Pelindo baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada Februari 2022 di Pelabuhan Labuan Bajo. Setelah penggabungan, Pelindo melanjutkan upaya optimalisasi layanan peti kemas di terminal Labuan Bajo dengan target arus yang lebih besar dan layanan yang terintegrasi.

Data arus peti kemas yang dirilis Pelindo dan kementerian menjadi acuan awal bagi pemangku kepentingan untuk menilai potensi pengembangan logistik di Manggarai Barat. Informasi tersebut menggambarkan kondisi arus dan kebijakan insentif hingga awal 2022.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.