Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pelabuhan Multipurpose Labuan Bajo Layani 2.020 TEUs dari 34 Kapal

Pelabuhan Multipurpose Labuan Bajo di Manggarai Barat mencatat arus bongkar muat 2.020 TEUs dari 34 kapal berdasarkan data per 12 Agustus, menurut General Manager Pelabuhan Akhmad Syahrudin.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Pelabuhan Multipurpose Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mencatat arus bongkar muat 2.020 TEUs dari 34 kapal berdasarkan data per 12 Agustus. Keterangan tersebut disampaikan General Manager Pelabuhan Multipurpose Labuan Bajo Akhmad Syahrudin dan dimuat dalam laporan media internasional yang mengutip pernyataan resmi Pelindo III.

Dalam laporan itu, Syahrudin menjelaskan bahwa angka 2.020 TEUs atau twenty-foot equivalent units merupakan total kontainer berukuran setara 20 kaki yang telah dilayani pelabuhan tersebut hingga 12 Agustus. Ia menyebut jumlah tersebut berasal dari 34 kunjungan kapal di Terminal Multipurpose Labuan Bajo.

Seperti pelabuhan kontainer lain, satuan TEUs digunakan untuk mengukur volume arus peti kemas. Namun, data yang dipublikasikan hanya menunjukkan total arus peti kemas dan jumlah kapal, tanpa merinci secara terpisah volume muatan yang dibongkar dan dimuat maupun jenis komoditas yang diangkut.

Syahrudin juga menguraikan bahwa kegiatan bongkar muat di pelabuhan multipurpose itu didukung sejumlah fasilitas dan peralatan operasional. Ia menyebut adanya satu unit reach stacker berkapasitas 45 ton, satu unit forklift berkapasitas 7 ton, serta dua unit head truck dan chasis berukuran 20 kaki untuk menunjang penanganan kontainer.

Fasilitas utama pelabuhan

Dalam keterangan yang sama, General Manager Pelabuhan Multipurpose Labuan Bajo memaparkan data pokok fasilitas pelabuhan. Container yard di sisi darat disebut memiliki kapasitas 484 TEUs, sementara fasilitas lapangan penumpukan sisi laut masih dalam tahap penyelesaian.

  • Arus peti kemas: 2.020 TEUs per 12 Agustus.
  • Jumlah kapal: 34 kapal.
  • Kapasitas container yard sisi darat: 484 TEUs.
  • Panjang dan lebar dermaga: 120 meter x 20 meter.
  • Luas kawasan pelabuhan: sekitar 6 hektare, dengan pengembangan kapasitas hingga 100.000 TEUs per tahun.

Informasi mengenai rancangan kapasitas dan kawasan pelabuhan multipurpose Labuan Bajo juga termuat dalam publikasi perusahaan Pelindo. Dokumen tersebut menggambarkan bahwa terminal multipurpose ini dikembangkan sebagai pelabuhan logistik dengan kapasitas awal sekitar 4.000 TEUs per tahun dan proyeksi pengembangan hingga 100.000 TEUs per tahun, dengan area pelabuhan sekitar 6 hektare yang meliputi dermaga, lapangan penumpukan, dan fasilitas pendukung lain.

Selain fasilitas bongkar muat kontainer, pelabuhan multipurpose ini diproyeksikan melayani kapal kargo dan muatan curah cair. Rancangan pengembangan yang dijelaskan manajemen Pelindo menyebut pelabuhan ini disiapkan untuk melayani kapal berbobot mati 5.000–10.000 DWT, dengan pemisahan dermaga multipurpose dan dermaga curah cair.

Peran pelabuhan dalam logistik Labuan Bajo

Pelabuhan Multipurpose Labuan Bajo dibangun untuk menunjang distribusi logistik ke Labuan Bajo dan wilayah sekitarnya. Menurut penjelasan manajemen Pelindo yang dikutip media lain, pelabuhan ini merupakan pelabuhan logistik khusus pertama di wilayah Labuan Bajo dan dirancang untuk melayani arus peti kemas, kargo umum, serta curah cair.

Dalam beberapa laporan, Pelindo menyatakan bahwa fasilitas utama pelabuhan multipurpose telah mencakup dermaga sepanjang 120 meter, jembatan penghubung, lapangan penumpukan kontainer di sisi laut dan darat, pintu masuk dan keluar pelabuhan, serta kantor operasional. Fasilitas pendukung termasuk gudang, area bongkar muat sisi darat, dan layanan penyediaan air bersih ke kapal.

Media lain yang mengutip keterangan Pelindo mencatat bahwa sejak uji coba operasi pada 2021, terminal multipurpose ini telah melayani belasan kapal peti kemas dengan arus kontainer lebih dari seribu TEUs, serta muatan non-peti kemas berupa semen ribuan ton. Laporan tersebut juga menyebut adanya tiga perusahaan pelayaran peti kemas yang beroperasi di terminal multipurpose Labuan Bajo.

Pelindo menyatakan operasional pelabuhan multipurpose itu diarahkan untuk mempercepat proses bongkar muat dan distribusi barang. Target waktu penyelesaian bongkar muat disebut maksimal 24 jam, agar kontainer segera keluar dari pelabuhan menuju gudang dan kemudian didistribusikan kepada konsumen di Labuan Bajo dan wilayah Manggarai Barat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.