Manggarai Siapkan Rp185 Juta untuk Air Minum Paralando
Pemkab Manggarai menyiapkan Rp185 juta melalui APBD Perubahan 2026 untuk pengembangan air minum di Desa Paralando. Program ini menyasar 22 rumah yang belum terlayani.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Paralando — Pemerintah Kabupaten Manggarai menyiapkan anggaran Rp185 juta untuk pengembangan fasilitas air minum di Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat. Rencana itu masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 dan ditujukan untuk menuntaskan layanan bagi 22 rumah yang belum memperoleh akses air.
Informasi tersebut disampaikan Klementinus Malis, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai yang membidangi pembangunan. Ia mengatakan usulan warga Desa Paralando sudah diakomodasi dalam pembahasan anggaran.
Pengembangan fasilitas ini menjadi lanjutan dari proyek air minum yang direalisasikan pada 2025. Proyek sebelumnya berupa Uprating Instalasi Pengolahan Air (IPA), penambahan sumur dalam terlindungi, dan broncaptering dengan anggaran Rp973.000.000 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025. Namun, layanan itu belum mencakup seluruh rumah di desa.
Anggaran Rp185 juta menunggu pelaksanaan di Paralando
Bagi warga, tambahan anggaran tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar sehari-hari. Sebanyak 22 rumah masih menunggu akses air, sementara sebagian rumah lain sudah menerima layanan dari proyek sebelumnya. Kondisi itu membuat penyelesaian jaringan di desa menjadi kebutuhan yang lebih mendesak daripada sekadar penambahan fasilitas.
Klementinus menyatakan anggaran pengembangan pembangunan air minum untuk masyarakat Paralando sudah final. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan program di lapangan pada tahun anggaran berjalan. Sumber laporan menyebut pernyataan itu disampaikan kepada wartawan pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Dengan demikian, perhatian warga selanjutnya tertuju pada realisasi pekerjaan dan perluasan layanan hingga rumah-rumah yang belum terakses. Laporan yang tersedia tidak merinci jadwal mulai pekerjaan, bentuk teknis pengembangan, atau durasi pelaksanaan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Bank NTT Proses Relaksasi Kredit Debitur Gempa di Manggarai
Bank NTT mencatat tiga dari 160 debitur potensial terdampak gempa di Manggarai mengajukan relaksasi kredit. Satu pengajuan terealisasi dan dua masih d…
Terbaru di Data Mabar

Berita utama hari ini

Baca juga




