Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 17 Oktober 2026

Mengapa PAD Manggarai Barat Tumbuh pada Triwulan Pertama 2026

PAD Manggarai Barat mencapai Rp46.072.766.727,89 hingga Maret 2026. Pajak daerah tumbuh, tetapi retribusi jasa usaha dan perizinan tertentu menurun.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kalkulator, uang kertas dolar, koin, dan catatan anggaran di atas meja.
Ilustrasi: Kalkulator, uang kertas dolar, koin, dan catatan anggaran di atas meja. · Foto: olia danilevich / Pexels

Labuan Bajo — Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Manggarai Barat pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp46.072.766.727,89. Angka ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2025, ketika PAD tercatat Rp42.057.455.971,41.

Pajak daerah menjadi sumber terbesar dengan realisasi Rp30.867.536.197,36. Nilai tersebut naik sekitar 11 persen dari Rp27.862.243.233,00 pada tahun sebelumnya. Retribusi daerah juga meningkat sekitar 8 persen menjadi Rp14.520.977.162,00 dari Rp13.442.381.419,00.

Namun, kenaikan PAD tidak terjadi pada seluruh komponen. Retribusi jasa umum tumbuh 13 persen dan mencapai Rp13.459.045.872,00. Sebaliknya, retribusi jasa usaha turun 19 persen menjadi Rp739.514.500,00, sedangkan retribusi perizinan tertentu turun 44 persen menjadi Rp322.416.790,00. Komponen lain-lain PAD yang sah juga turun 9 persen menjadi Rp684.253.368,53.

Pajak menopang PAD, beberapa retribusi perlu perhatian

Data ini menjawab sumber pertumbuhan PAD Manggarai Barat pada awal 2026: pajak daerah memberi kontribusi terbesar, disusul retribusi daerah yang secara total masih tumbuh. Karena itu, pembacaan angka total saja belum cukup bagi warga Labuan Bajo dan pelaku usaha. Penurunan pada retribusi jasa usaha dan perizinan tertentu menunjukkan adanya sektor yang belum mengikuti tren kenaikan.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menetapkan target PAD 2026 sebesar Rp310.614.054.449,00. Dibandingkan target itu, realisasi hingga Maret menjadi ukuran awal capaian pendapatan daerah, sementara rincian tiap komponen membantu melihat bagian yang perlu diperkuat.

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan belum memberikan kontribusi pada triwulan pertama 2026. Rapat evaluasi PAD juga menyoroti perlunya penguatan pendapatan melalui intensifikasi pajak hotel, restoran, kendaraan bermotor, reklame, tempat hiburan, serta retribusi jasa umum lainnya, tanpa bergantung pada sektor pariwisata saja.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Mabar

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.