Mengapa APBD Manggarai Barat 2025 Bergantung pada Dana Transfer?
APBD Manggarai Barat 2025 memperlihatkan jarak antara PAD dan dana transfer. Angka rancangan serta realisasi membantu menjelaskan seberapa besar ruang fiskal daerah membiayai layanan publik.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
APBD Manggarai Barat 2025 menunjukkan bahwa kemampuan pemerintah daerah membiayai program dari pendapatan sendiri masih terbatas. Dalam rancangan awal, pendapatan transfer direncanakan Rp1.124.819.333.705, sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan Rp300.711.408.742. Komposisi ini membuat pelaksanaan layanan publik sangat dipengaruhi dana dari pemerintah pusat.
Seberapa besar ketergantungan APBD Manggarai Barat pada transfer?
Rencana pendapatan daerah Manggarai Barat pada 2025 sebesar Rp1.438.650.497.447. Dari jumlah itu, PAD direncanakan Rp300.711.408.742, sedangkan pendapatan transfer Rp1.124.819.333.705, menurut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, 2024.
Angka tersebut menunjukkan perbedaan skala antara penerimaan yang dihimpun daerah dan transfer antarpemerintahan. Pendapatan lain yang sah dalam rancangan itu direncanakan berasal dari dana kapitasi jaminan kesehatan nasional sebesar Rp13.119.755.000.
Dari mana PAD Manggarai Barat direncanakan?
Dalam rancangan APBD 2025, pajak daerah direncanakan Rp212.502.015.194 dan retribusi daerah Rp41.927.349.041. Pemerintah daerah juga merencanakan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp6.281.029.507, menurut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, 2024.
Komponen itu penting karena PAD menggambarkan penerimaan yang dikumpulkan melalui kewenangan daerah, bukan dana transfer. Namun, rencana PAD tidak sama dengan realisasi penerimaan pada akhir tahun anggaran.
Berapa PAD yang terealisasi pada 2025?
Realisasi PAD Manggarai Barat pada Januari hingga Oktober 2025 mencapai Rp190,28 miliar atau 59,8 persen dari anggaran PAD 2025 sebesar Rp318,21 miliar, menurut Databoks, 2025. Databoks mencatat realisasi itu terdiri atas pajak daerah Rp140,90 miliar, retribusi daerah Rp41,36 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp4,09 miliar, dan lain-lain PAD yang sah Rp3,94 miliar.
Perbedaan antara angka rancangan dan angka anggaran yang dirangkum Databoks memperlihatkan bahwa pembacaan APBD harus menyebut tahap dokumennya: rancangan, anggaran yang ditetapkan, atau realisasi. Ketiganya tidak dapat diperlakukan sebagai angka yang sama.
Apa arti angka ini bagi layanan publik?
Rancangan belanja daerah 2025 sebesar Rp1.397.959.270.451, menurut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, 2024. Belanja itu direncanakan mencakup belanja operasi Rp1.013.192.206.404, belanja modal Rp166.151.955.312, belanja tidak terduga Rp5.675.507.143, dan belanja transfer Rp212.939.601.592.
Ketika sumber pendapatan terbesar berasal dari transfer, perubahan kebijakan atau penyaluran dana dari pemerintah pusat dapat memengaruhi ruang fiskal daerah. Karena itu, ukuran kinerja APBD bukan hanya besarnya anggaran, melainkan juga kemampuan merealisasikan pendapatan dan mengubah belanja menjadi layanan serta aset publik.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Nama ilmiah komodo: Varanus komodoensis dan arti sebutannya
Nama ilmiah komodo adalah Varanus komodoensis. Istilah ini dipakai dalam sumber pemerintah dan pendidikan untuk menyebut biawak komodo, satwa endemik…
Terbaru di Analisis

Baca juga





