Kabar Labuan Bajo

Jumat, 16 Oktober 2026

Sampah Manggarai Barat 2025: Timbulan dan Kapasitas Pengelolaannya

Manggarai Barat menghasilkan 53.768,70 ton sampah pada 2025, sementara kapasitas pengelolaan sekitar 30.000 ton per tahun. Data ini memperlihatkan jarak layanan pengelolaan sampah di daerah pariwisata.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan botol plastik bekas pakai yang terkumpul dalam jumlah besar.
Ilustrasi: Tumpukan botol plastik bekas pakai yang terkumpul dalam jumlah besar. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Manggarai Barat menghasilkan 53.768,70 ton sampah pada 2025, tetapi kapasitas pengelolaannya baru sekitar 30.000 ton per tahun. Data itu menunjukkan persoalan utama bukan hanya jumlah sampah, melainkan jarak antara timbulan dan kemampuan pengelolaan, terutama di Labuan Bajo sebagai pusat kegiatan pariwisata.

Berapa banyak sampah yang dihasilkan Manggarai Barat?

Timbulan sampah Manggarai Barat mencapai 53.768,70 ton pada 2025, menurut RRI dalam laporan yang mengutip data tahun tersebut. Angka ini menghitung sampah yang dihasilkan di tingkat kabupaten selama satu tahun.

Angka berbeda muncul dalam keterangan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pada 2025. Pemerintah menyebut timbulan sampah mencapai 51.000 ton per tahun dan sekitar 30 persen berasal dari sektor hotel, restoran, kafe, serta pariwisata.

Apakah seluruh sampah itu sudah terkelola?

Belum. Kapasitas pengelolaan yang disebut RRI hanya sekitar 30.000 ton per tahun berdasarkan data 2025. Dengan demikian, kapasitas tersebut belum mencakup seluruh timbulan sampah kabupaten sebesar 53.768,70 ton pada tahun yang sama.

Perbedaan antara angka timbulan dan kapasitas bukan berarti seluruh sisanya pasti tidak tertangani, karena kapasitas pengelolaan dan jumlah sampah yang benar-benar masuk fasilitas dapat memakai definisi serta cakupan pencatatan berbeda. Namun, kedua angka itu sama-sama menunjukkan kebutuhan memperkuat pengelolaan.

Seberapa besar peran sektor pariwisata?

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyebut sektor hotel, restoran, kafe, dan pariwisata menyumbang sekitar 30 persen sampah Labuan Bajo pada 2025. Angka ini menempatkan kegiatan ekonomi pariwisata sebagai salah satu sumber penting timbulan sampah di kawasan perkotaan.

Data tersebut tidak sama dengan angka seluruh sampah kabupaten. Satu angka merujuk pada kontribusi sektor di Labuan Bajo, sedangkan 53.768,70 ton merujuk pada timbulan Manggarai Barat menurut laporan RRI pada 2026 yang menggunakan data 2025.

Mengapa angka sampah bisa berbeda?

Perbedaan 51.000 ton dan 53.768,70 ton dapat terjadi karena sumber dan waktu penyusunan data berbeda. Pemerintah daerah menyampaikan angka perkiraan timbulan tahunan, sedangkan laporan RRI menyebut data 2025 dengan cakupan pengelolaan kabupaten.

Karena itu, angka sampah perlu dibaca bersama keterangan tentang wilayah, tahun, satuan, dan definisi. Tanpa empat unsur itu, perbandingan antardata dapat menghasilkan kesimpulan yang keliru.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Mabar

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.