Kabar Labuan Bajo

Selasa, 20 Oktober 2026

BMKG Catat 22.231 Gempa Susulan Flores, Terasa di Labuan Bajo

BMKG mencatat 22.231 gempa susulan di Flores hingga 19 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB. Gempa 5,1 pada 18 Oktober terasa di Labuan Bajo dan tidak berpotensi tsunami.

Oleh

· 2 menit baca

Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 22.231 gempa susulan di Flores, Nusa Tenggara Timur, hingga Senin, 19 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB. Gempa susulan terbesar bermagnitudo 6,2.

Aktivitas tersebut merupakan rangkaian setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB. Pada Minggu, 18 Oktober 2026, dua gempa kembali terjadi di wilayah Flores, yakni bermagnitudo 5,1 dan 4,1.

Gempa bermagnitudo 5,1 terjadi pukul 15.00.08 WIB di Manggarai Barat. Hasil analisis BMKG menempatkan episenternya di laut, 53 kilometer barat laut Ruteng, Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan mencapai intensitas IV MMI di Macang Pacar, Manggarai Barat, serta Reok Barat dan Reok di Manggarai.

Di Kota Labuan Bajo, getaran tercatat pada intensitas III MMI. Intensitas yang sama juga dirasakan di Kota Ruteng, Kota Borong, Kota Bajawa, dan Kota Mbay. BMKG menjelaskan, skala III MMI berarti getaran terasa nyata di dalam rumah, sedangkan skala IV MMI dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari.

Hasil pemodelan BMKG menyatakan gempa bermagnitudo 5,1 tersebut tidak berpotensi tsunami. Laporan BMKG juga menyebut gempa ini sebagai bagian dari rangkaian susulan setelah gempa Flores bermagnitudo 7,7.

Aktivitas gempa perlu dipantau warga Labuan Bajo

Bagi warga dan pelaku perjalanan di Labuan Bajo, angka 22.231 menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan masih berlangsung dan perlu dipantau melalui informasi resmi. Getaran gempa 18 Oktober terasa di pusat kota serta sejumlah wilayah Manggarai Barat, sehingga informasi lokasi dan waktu kejadian tetap relevan bagi kegiatan darat maupun pelayaran.

Data BMKG hingga 18 Oktober pukul 05.00 WIB mencatat 22.097 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2. Pembaruan pada 19 Oktober pukul 05.00 WIB menaikkan jumlah kumulatif menjadi 22.231 kejadian. Perbedaan waktu pengukuran ini perlu diperhatikan saat membandingkan angka dalam laporan.

Gempa kedua pada 18 Oktober bermagnitudo 4,1 terjadi pukul 15.02.46 WIB dan dirasakan di Kabupaten Manggarai. BMKG menyatakan rangkaian tersebut berkaitan dengan aktivitas gempa susulan Flores. Informasi yang tersedia dalam laporan menyebut status tsunami untuk gempa bermagnitudo 5,1: tidak berpotensi tsunami.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Flores Raya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.