Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

OJK NTT Ingatkan Generasi Muda Pahami Risiko Keuangan

OJK NTT mengingatkan generasi muda agar memahami manfaat, biaya, pajak, dan risiko produk keuangan. Pesan itu disampaikan dalam LIKE IT 2026 di Kupang pada 3 September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Kupang — Otoritas Jasa Keuangan Nusa Tenggara Timur mengingatkan generasi muda agar tidak hanya memiliki akses ke produk keuangan, tetapi juga memahami manfaat, biaya, pajak, dan risikonya. Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan 2026 di Kupang pada 3 September 2026.

Menurut laporan RRI Kupang, kegiatan itu digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT dan melibatkan unsur Bank Indonesia, OJK, Kementerian Keuangan, serta Lembaga Penjamin Simpanan melalui Forum Koordinasi Pengembangan Sektor Keuangan. Media Indonesia juga melaporkan bahwa LIKE IT 2026 di Kupang mengangkat tema Money Wise, Future Rise dan diikuti mahasiswa, GenBI, serta perwakilan lembaga keuangan di daerah itu.

Dalam pemaparannya, perwakilan OJK NTT menekankan bahwa literasi keuangan tidak berhenti pada pengetahuan bahwa suatu produk tersedia. Pengguna juga perlu mengetahui tujuan penggunaan, manfaat yang diperoleh, biaya yang mungkin muncul, dan risiko yang menyertainya.

Rekening tabungan dan biaya yang melekat

Salah satu contoh yang disampaikan adalah rekening tabungan. Pemilik rekening perlu memahami biaya administrasi bulanan, bunga yang diterima, dan pajak atas bunga jika berlaku.

Penjelasan itu menunjukkan bahwa memiliki produk keuangan tidak otomatis berarti memahami cara kerjanya. OJK menempatkan pemahaman atas fitur dan risiko produk sebagai bagian dari keputusan keuangan yang sehat.

Pesan serupa juga diarahkan kepada anak muda yang mulai menggunakan layanan keuangan untuk kebutuhan harian, pendidikan, usaha, atau tujuan lain. Dalam kegiatan itu, OJK menegaskan bahwa pilihan produk keuangan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan penggunaan dan kemampuan menanggung risiko.

Penggunaan uang menentukan dampaknya

OJK NTT juga menyoroti bahwa dampak keuangan bergantung pada cara uang digunakan. Dalam laporan RRI Kupang, perwakilan OJK mengingatkan bahwa penggunaan uang untuk aktivitas yang buruk atau berisiko dapat menimbulkan masalah.

Judi dan perilaku konsumtif disebut sebagai contoh penggunaan uang yang dapat berujung buruk. Dengan penekanan itu, literasi keuangan diposisikan bukan hanya sebagai pengetahuan tentang produk, tetapi juga sebagai kemampuan mengelola uang secara bertanggung jawab.

Kegiatan LIKE IT 2026 di Kupang berada dalam rangkaian edukasi keuangan nasional yang melibatkan BI, OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS. Tema tahun ini menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak sejak dini, terutama bagi generasi muda.

OJK, menurut penjelasan dalam kegiatan itu, berperan mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan sekaligus melindungi konsumen dan masyarakat. Karena itu, perlindungan konsumen tidak hanya bergantung pada pengawasan industri, tetapi juga pada kemampuan masyarakat mengenali manfaat, biaya, dan risiko produk yang dipilih.

Kegiatan di Kupang ini menegaskan kembali bahwa perluasan akses keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi. Tanpa pemahaman yang memadai, akses yang lebih luas justru dapat mendorong keputusan finansial yang keliru.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.