Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Hari Pertama Vaksinasi HPV di Manggarai Barat Capai 705 Sasaran

Program vaksinasi HPV di Manggarai Barat mulai berjalan pada Jumat, 18 September 2026, dengan laporan capaian 705 sasaran pada hari pertama menurut portal resmi pemerintah daerah.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mulai melaksanakan program vaksinasi human papillomavirus (HPV) pada Jumat, 18 September 2026, dengan laporan capaian 705 sasaran pada hari pertama menurut arsip pemberitaan di portal resmi Info Mabar.

Program vaksinasi HPV ini merupakan bagian dari upaya pencegahan infeksi HPV yang berkaitan dengan kanker serviks dan penyakit lainnya pada perempuan. Di tingkat nasional, Kementerian Kesehatan menetapkan imunisasi HPV sebagai imunisasi program dengan sasaran utama anak perempuan usia 9–14 tahun dan sasaran sekunder perempuan usia di atas 15 tahun, sebagaimana disosialisasikan dalam materi resmi tentang imunisasi HPV.

Pelaksanaan di Manggarai Barat

Arsip bertajuk Dinas Kesehatan Manggarai Barat di portal Info Mabar memuat judul "Program Vaksinasi HPV Hari I di Manggarai Barat, 705 Sasaran Tercapai" dengan tanggal 18 September 2026. Judul tersebut menyebutkan capaian hari pertama sebanyak 705 sasaran, namun ringkasan yang dapat diakses tidak merinci kelompok penerima, lokasi layanan, maupun mekanisme pelaksanaan di lapangan.

Laman resmi Dinas Kesehatan Manggarai Barat mencatat berbagai kegiatan imunisasi dan kesehatan masyarakat di kabupaten tersebut, termasuk pemantauan puskesmas dan profil kesehatan daerah. Namun hingga Januari 2026, dokumen profil kesehatan yang terunggah baru memuat data umum imunisasi dan penyakit menular, tanpa laporan terperinci tentang vaksinasi HPV pada September 2026.

Sebelumnya, pada 2025, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat Adrianus Ojo menjelaskan bahwa sasaran vaksinasi HPV di kabupaten itu sebanyak 4.959 orang, terdiri dari 3.064 anak sekolah dan 1.895 dari masyarakat umum. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pencanangan vaksinasi HPV untuk perempuan di Manggarai Barat pada September 2025. Informasi ini memberi konteks bahwa program HPV telah diperkenalkan lebih dulu di daerah tersebut sebelum kegiatan pada 2026.

Konteks kebijakan dan risiko kesehatan

Dalam kebijakan nasional, imunisasi HPV ditetapkan dengan sasaran primer anak perempuan usia kelas 5 SD atau sekitar 11 tahun, dan sasaran sekunder berupa imunisasi kejar bagi anak perempuan yang belum pernah mendapatkan vaksin serta perempuan usia di atas 15 tahun. Materi sosialisasi Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa imunisasi HPV kini diberikan satu dosis sebagai bagian dari jadwal imunisasi program.

Di tingkat provinsi, data dan pernyataan resmi menunjukkan bahwa kanker serviks menjadi salah satu persoalan kesehatan serius di Nusa Tenggara Timur. Dalam periode tiga tahun terakhir hingga 2025, tercatat 65 perempuan di NTT meninggal karena kanker serviks, dengan 84 kasus di Manggarai Barat dan sembilan di antaranya meninggal dunia. Pemerintah provinsi mendorong peningkatan cakupan vaksinasi HPV dan skrining dini untuk menekan angka kesakitan dan kematian.

Selain upaya di Manggarai Barat, sejumlah fasilitas kesehatan di NTT juga mulai menguatkan layanan vaksinasi HPV. Di Kota Kupang, misalnya, program vaksinasi HPV digelar sebagai bagian dari "Program Sejuta Vaksinasi HPV" di RSUD S.K. Lerik, dengan prioritas awal anak tingkat sekolah menengah pertama dan penyediaan vaksin berbayar bagi masyarakat. Kegiatan di daerah lain ini menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap pencegahan kanker serviks dan infeksi HPV di NTT.

Yang perlu diperhatikan masyarakat

Masyarakat Manggarai Barat yang ingin mengikuti vaksinasi HPV disarankan mengacu pada informasi resmi dari Dinas Kesehatan kabupaten, puskesmas, dan fasilitas kesehatan yang ditunjuk. Informasi tersebut penting untuk mengetahui jadwal layanan, sasaran usia, serta prosedur pendaftaran.

Mengacu pada kebijakan nasional, vaksinasi HPV direkomendasikan bagi anak perempuan usia sekolah dasar dan remaja, serta perempuan yang belum pernah mendapatkan imunisasi HPV untuk mengurangi risiko kanker serviks. Tenaga kesehatan juga menganjurkan skrining rutin melalui pemeriksaan pap smear atau tes HPV bagi perempuan dewasa sebagai bagian dari deteksi dini.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.