Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

KSOP Labuan Bajo Hentikan Sementara Pelayaran ke TN Komodo

KSOP Kelas III Labuan Bajo menutup sementara pelayaran kapal wisata menuju Pulau Padar dan kawasan Taman Nasional Komodo pada 9–10 September 2026 demi keselamatan pelayaran, menyusul prakiraan gelombang tinggi hingga sekitar 3 meter dan…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Labuan Bajo — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menutup sementara pelayaran kapal wisata menuju Pulau Padar dan kawasan Taman Nasional Komodo pada 9–10 September 2026. Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi gelombang tinggi yang diprakirakan mencapai hingga sekitar 3 meter dan angin kencang di perairan setempat.

Keputusan itu tertuang dalam Maklumat Pelayaran Nomor 01/MP-IX/2026 yang diterbitkan KSOP Labuan Bajo pada Selasa, 8 September 2026. Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, menjelaskan bahwa kebijakan penutupan diambil berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta laporan pengamatan dari pos darat dan kapal di sekitar perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.

Menurut pemberitaan beberapa media, pelayanan surat persetujuan berlayar (SPB) bagi kapal wisata tetap dapat diberikan dengan persyaratan ketat, namun tujuan pelayaran menuju Pulau Padar dan kawasan Taman Nasional Komodo dinyatakan ditutup sementara selama periode itu. Pelayaran wisata menuju Pulau Rinca masih diizinkan dengan kewajiban nakhoda untuk menghindari perairan yang dinilai berbahaya dan memantau kondisi cuaca secara berkala.

Perairan yang diawasi KSOP

KSOP Labuan Bajo memetakan sejumlah titik perairan yang perlu diwaspadai karena kombinasi arus kuat, pusaran angin, gelombang tinggi, dan keberadaan karang yang sulit terlihat di permukaan. Dalam maklumat pelayaran tersebut, perairan yang menjadi perhatian antara lain kawasan sekitar Pulau Kelor dan Batu Tiga, Selat Molo, Selat Padar, perairan Loh Kima, Pulau Luwu, Pulau Kerangga, Pulau Mauwang, Pulau Tatawa, dan Pulau Siaba Kecil.

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang dalam prakiraan cuaca maritim periode 9–10 September 2026 menyebut adanya potensi gelombang signifikan setinggi sekitar 1,5–3 meter disertai angin kencang di Selat Sape bagian selatan dan perairan sekitar Taman Nasional Komodo. Kondisi berbahaya ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga 11 September 2026 di wilayah tersebut.

KSOP meminta nakhoda kapal wisata menyesuaikan kecepatan pelayaran, memastikan kelaiklautan kapal sebelum berangkat, serta segera mencari tempat berlindung apabila kondisi cuaca memburuk. Nakhoda juga diimbau melaporkan setiap indikasi bahaya terkait cuaca kepada kapal lain di sekitar dan berkoordinasi dengan Syahbandar maupun Basarnas jika situasi di laut semakin tidak aman.

Imbauan bagi wisatawan dan operator kapal

KSOP Labuan Bajo dan BMKG mengimbau wisatawan yang merencanakan perjalanan laut dari Labuan Bajo untuk memeriksa terlebih dahulu status pelayaran kepada operator kapal dan otoritas pelabuhan sebelum berangkat. Masyarakat diminta memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan informasi yang disampaikan KSOP.

Operator kapal wisata di Labuan Bajo diminta menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan maklumat pelayaran dan kondisi aktual di laut, serta mengutamakan keselamatan penumpang. Selama masa penutupan menuju Pulau Padar dan kawasan Taman Nasional Komodo, pelayaran dapat dialihkan ke tujuan yang dinilai lebih aman seperti Pulau Rinca, dengan tetap mengikuti pengaturan dan persyaratan yang ditetapkan otoritas pelabuhan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.