BPOLBF Imbau Wisatawan Cek Destinasi Pascagempa Flores
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengimbau wisatawan yang akan berkunjung ke Flores untuk memeriksa status destinasi, akses, dan akomodasi melalui sumber resmi.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) meminta wisatawan yang akan berkunjung ke Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk memeriksa status destinasi, akses perjalanan, dan akomodasi melalui sumber resmi sebelum melakukan perjalanan, seiring pemulihan bertahap aktivitas wisata setelah gempa bumi 15 Agustus 2026.
Imbauan keselamatan ini disampaikan BPOLBF dalam keterangan resmi dan diberitakan sejumlah media pada akhir Agustus 2026, ketika sejumlah destinasi dan layanan pariwisata mulai kembali beroperasi tetapi kewaspadaan terhadap gempa susulan dan kondisi lapangan tetap diperlukan.
Pelaksana tugas Direktur Utama BPOLBF Andhy MT Marpaung menegaskan pemulihan pariwisata dilakukan secara bertahap dengan prinsip safe before open dan ready before promote, yakni destinasi yang terdampak tidak dibuka atau dipromosikan sebelum verifikasi keamanan dan kesiapan di lapangan dilakukan, menurut penjelasan BPOLBF dan laporan media nasional.
BPOLBF mengingatkan bahwa situasi tiap wilayah di Flores tidak seragam, sehingga pulihnya aktivitas wisata di sebagian kawasan tidak otomatis berarti seluruh destinasi telah aman dan siap menerima kunjungan.
Periksa destinasi, akses, dan akomodasi
Sebelum berangkat, wisatawan diminta memeriksa status destinasi yang akan dikunjungi dan memastikan destinasi tersebut sudah dinyatakan dapat menerima kunjungan oleh pengelola dan otoritas terkait.
Pemeriksaan tidak hanya menyangkut objek wisata, tetapi juga jalur dan fasilitas pendukung, seperti kondisi jalan, pelabuhan, penerbangan, serta ketersediaan akomodasi di wilayah tujuan.
BPOLBF meminta wisatawan mengikuti arahan pengelola destinasi dan otoritas setempat selama berada di lokasi, serta tidak memaksakan diri mengunjungi kawasan yang masih ditutup sementara atau dibatasi demi keselamatan.
Wisatawan disarankan memantau informasi terbaru dari BPOLBF, pemerintah daerah, pengelola destinasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), otoritas pelabuhan, pengelola bandar udara, dan lembaga terkait lainnya.
BPOLBF menyediakan layanan informasi melalui kanal resmi, termasuk nomor WhatsApp/Hotline untuk pertanyaan mengenai kondisi destinasi dan aktivitas pariwisata di wilayah Labuan Bajo dan Flores.
Waspadai aktivitas laut dan gempa susulan
Untuk wisatawan yang merencanakan kegiatan laut atau olahraga air, BPOLBF meminta agar kondisi cuaca, gelombang, dan angin dipantau terlebih dahulu sebelum aktivitas dimulai, serta menjadikan arahan petugas lapangan sebagai acuan utama.
Imbauan ini berkaitan dengan risiko yang berbeda pada tiap kegiatan bahari dan kemungkinan perubahan cepat kondisi laut, sehingga wisatawan diminta tidak mengabaikan informasi peringatan dini maupun pembatasan yang dikeluarkan pengelola kawasan.
Apabila terjadi gempa susulan, wisatawan diminta tetap tenang, mengikuti prosedur keselamatan dari petugas atau pengelola destinasi, serta mengutamakan jalur evakuasi dan titik kumpul yang telah ditetapkan.
Di kawasan yang baru dibuka kembali, otoritas konservasi dan pengelola kawasan wisata alam juga mengingatkan wisatawan untuk menjauhi area yang berpotensi membahayakan, seperti tebing curam, bangunan rusak, dan lahan yang mengalami retakan, serta menghormati ruang pemulihan bagi warga terdampak bencana.
Pemantauan pemulihan wisata Flores
BPOLBF menyatakan pemantauan perkembangan pariwisata di Labuan Bajo dan Flores dilakukan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, termasuk melalui pendataan destinasi yang kembali beroperasi dan kawasan yang masih ditutup sementara.
Sejumlah laporan resmi menyebutkan Labuan Bajo dan beberapa destinasi utama seperti Taman Nasional Komodo mulai kembali menerima kunjungan setelah asesmen keselamatan, sementara beberapa destinasi di wilayah terdampak tetap ditutup sebagai langkah kehati-hatian di tengah aktivitas gempa susulan.
Dengan pendekatan bertahap tersebut, otoritas pariwisata berharap aktivitas wisata di kawasan yang telah dinyatakan aman dapat kembali berjalan, dengan syarat wisatawan dan pelaku usaha konsisten memantau informasi resmi dan mengutamakan keselamatan dalam setiap rencana perjalanan.
Sumber
Berita berikutnya
Menpar Widiyanti Pimpin Pemulihan Pariwisata Labuan Bajo Pascagempa
Menpar Widiyanti Putri Wardhana memimpin rapat koordinasi pemulihan pariwisata Labuan Bajo pada 28 Agustus 2026. Pemerintah membahas tata kelola usaha…
Baca juga




