Kemenpar: 986 Wisatawan Labuan Bajo Dievakuasi Pulang dengan Selamat
Kementerian Pariwisata dan BPOLBF melaporkan 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar usai gempa M 7,7 di kawasan Mbay–Nagekeo telah dievakuasi dan kembali ke Labuan Bajo dengan selamat.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyatakan 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar telah dievakuasi dan kembali ke Labuan Bajo dengan selamat setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Mbay–Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dalam keterangan resmi yang dikutip sejumlah media nasional, Kementerian Pariwisata menjelaskan wisatawan tertahan akibat penutupan sementara aktivitas pelayaran sebagai bagian dari langkah keselamatan setelah gempa dan peringatan dini tsunami dikeluarkan.
Menurut penjelasan Kementerian Pariwisata, pemulangan wisatawan dilakukan setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menerbitkan maklumat pembukaan kembali jalur pelayaran secara bertahap.
Evakuasi dan pemeriksaan fasilitas
Kementerian Pariwisata dan BPOLBF melaporkan seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo sempat dievakuasi ke titik aman di luar gedung, antara lain kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Wisatawan dari Meurorah Hotel yang sebelumnya dievakuasi ke Puncak Waringin kemudian dinyatakan aman dan diperbolehkan kembali ke akomodasi masing-masing.
Sejumlah laporan menyebut penerbangan di Bandara Komodo tetap berlangsung setelah dilakukan pemeriksaan kelaikan teknis, dengan pengaturan operasi untuk menjamin keselamatan. Aktivitas pelayaran laut dari dan ke Labuan Bajo dibuka kembali secara bertahap mengikuti maklumat KSOP Labuan Bajo.
BPOLBF dan Kementerian Pariwisata juga memantau kondisi fasilitas pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya. Sejumlah hotel dan restoran dilaporkan mengalami kerusakan ringan berupa retakan, namun tetap dapat beroperasi setelah pemeriksaan keselamatan. Pemeriksaan terhadap fasilitas pendukung destinasi wisata, termasuk di kawasan Taman Nasional Komodo, dilakukan secara berkelanjutan.
Koordinasi kebencanaan dan pembatalan festival
Untuk penanganan darurat, BPOLBF mengaktifkan posko koordinasi bersama lembaga terkait, antara lain BMKG, KSOP, Basarnas, dan pemerintah daerah, untuk memantau kondisi industri pariwisata serta mendukung kebutuhan evakuasi wisatawan.
Kementerian Pariwisata menyatakan seluruh rangkaian penutupan Festival Golo Koe 2026 di Manggarai Barat dihentikan sebagai bagian dari langkah keselamatan bersama, termasuk misa, konser, dan pameran UMKM. Keuskupan Labuan Bajo dan panitia Festival Golo Koe sebelumnya juga mengumumkan pembatalan acara penutupan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu sore di Waterfront City Labuan Bajo.
BMKG menginformasikan gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 berpusat di laut sekitar Mbay–Nagekeo dengan kedalaman sekitar 15 kilometer, disertai sejumlah gempa susulan yang terasa hingga Labuan Bajo. Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan kemudian dicabut setelah situasi dinilai aman.
Berbagai laporan menyebut gempa berdampak pada jalur darat dan sejumlah fasilitas publik di Flores, termasuk kerusakan pada ruas jalan dan pelabuhan serta gangguan jaringan listrik di beberapa titik. Di sektor pariwisata, pemerintah menyatakan tidak terdapat laporan korban jiwa dari kalangan wisatawan, sementara data kerusakan fisik fasilitas masih terus diperbarui.
Kementerian Pariwisata mengimbau pelaku usaha, wisatawan, dan masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan BPOLBF, serta memprioritaskan prosedur keselamatan dalam setiap aktivitas wisata.
Sumber
Berita berikutnya

Baca juga




