BPOLBF Catat 29 Desa Wisata Flores Sudah Dibuka untuk Kunjungan
BPOLBF mencatat 29 desa wisata di Flores sudah dibuka untuk kunjungan. Dari 87 desa yang terdata di Jadesta, 57 telah terverifikasi dan 28 lainnya masih ditutup sementara.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mencatat 29 desa wisata di Flores telah terbuka untuk kunjungan wisatawan per 26 Agustus 2026 pukul 19.00 WITA. Data pemantauan itu menunjukkan 57 desa wisata sudah terverifikasi dari 87 desa yang tercatat dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta), sementara 28 desa lainnya masih ditutup sementara.
BPOLBF menyampaikan pembaruan itu dalam laporan pemulihan pariwisata Flores pascagempa. Lembaga itu menekankan bahwa pembukaan kembali destinasi dilakukan bertahap dan mengutamakan keselamatan wisatawan, masyarakat, serta pelaku pariwisata.
Dalam keterangan BPOLBF, sejumlah desa wisata yang sudah menerima kunjungan berada di Manggarai Barat dan Sikka. Di Manggarai Barat, desa yang disebut antara lain Batu Cermin, Komodo, Liang Ndara, Papagarang, Pasir Panjang, Siru, Tondong Belang, dan Wae Lolos. Di Sikka, Desa Wisata Nita juga disebut kembali beraktivitas normal.
BPOLBF tidak merinci seluruh 29 desa yang sudah dibuka dalam keterangan tersebut. Karena itu, wisatawan tetap perlu memeriksa status terbaru destinasi, akses jalan, layanan penyeberangan, dan ketersediaan akomodasi sebelum berangkat.
Pemulihan akses masih bertahap
Selain desa wisata, sejumlah akses transportasi dan layanan publik di Flores juga mulai pulih. Dalam laporan yang sama, BPOLBF menyebut beberapa bandara sudah kembali beroperasi, di antaranya Bandara Internasional Komodo, Frans Seda, H. Hasan Aroeboesman, Soa Bajawa, Gewayantana, dan Frans Sales Lega.
BPOLBF juga mencatat operasional pelabuhan di Labuan Bajo dan layanan kapal perintis berjalan dengan pengawasan petugas. Ruas jalan utama Trans-Flores serta beberapa jalur penghubung antarkabupaten dilaporkan sudah dapat digunakan, meski pemulihan telekomunikasi belum merata di sebagian wilayah terdampak.
Di tingkat destinasi, aktivitas wisata alam di Taman Nasional Komodo dan Gua Rangko, Manggarai Barat, tetap berjalan. Taman Nasional Kelimutu di Ende juga dibuka kembali pada 25 Agustus 2026.
Sebaliknya, sejumlah destinasi lain masih ditutup sementara, termasuk Wae Rebo, Todo, dan Liang Bua di Kabupaten Manggarai. Kampung Adat Ruteng Pu’u disebut mengalami kerusakan sedang, sedangkan beberapa destinasi di Manggarai Timur, Nagekeo, dan TWAL Gugus Pulau Teluk Maumere di Sikka juga masih menyesuaikan pembatasan kunjungan.
Imbauan untuk wisatawan
BPOLBF meminta wisatawan memastikan kondisi destinasi sebelum melakukan perjalanan. Imbauan itu mencakup pengecekan akses darat, jadwal pelayaran, penerbangan, serta kesiapan fasilitas penginapan dan layanan wisata di lokasi tujuan.
Lembaga itu menilai status buka atau tutup bisa berubah mengikuti hasil verifikasi di lapangan bersama pemerintah daerah. Karena itu, informasi terbaru dari pengelola destinasi dan otoritas setempat menjadi rujukan utama sebelum perjalanan ke Flores.
Sumber
Berita berikutnya

IN Ditangkap, Buronan Kasus Perburuan Rusa Bersenjata di TN Komodo
IN (33), warga Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, ditangkap tim gabungan sebagai buronan kasus dugaan perburuan rusa menggunakan senjata api…
Baca juga




