Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Kemdiktisaintek Siapkan Pembebasan UKT untuk 5.000 Mahasiswa NTT

Kemdiktisaintek menyiapkan pembebasan UKT satu semester bagi 5.000 mahasiswa terdampak gempa di NTT. Pemerintah membuka kemungkinan memperpanjang bantuan jika dampak bencana masih berlanjut.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: ANTARA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/1), mengatakan Labu…
Foto arsip: ANTARA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/1), mengatakan Labuan Bajo yang ada di Nu. · Foto: AntaraTV / Wikimedia Commons, CC BY 3.0

Labuan Bajo — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyiapkan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi 5.000 mahasiswa terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Menteri Brian Yuliarto menyebut kebijakan itu masih akan menyesuaikan hasil pendataan di lapangan.

Brian menyampaikan rencana itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Menurut RRI dan Media Indonesia, pemerintah mengacu pada data awal sekitar 4.000 sampai 5.000 mahasiswa yang terdampak.

Kebijakan ini menjadi bantuan tahap awal untuk meringankan beban mahasiswa dan keluarganya setelah bencana. Brian mengatakan pembebasan UKT dapat diperpanjang satu semester lagi jika dampak gempa masih berlanjut dan bantuan tambahan masih diperlukan.

Bantuan berlaku satu semester

Pemerintah menyiapkan skema bantuan dalam bentuk pembebasan UKT, bukan sekadar keringanan sebagian. RRI dan sejumlah media lain yang mengutip pernyataan Brian melaporkan bahwa bantuan itu diberikan untuk satu semester terlebih dahulu.

Di tahap awal, pemerintah belum merinci besaran bantuan per mahasiswa. Pemerintah juga masih memutakhirkan data penerima agar bantuan tepat sasaran.

Selain mahasiswa, Kementerian juga memproses data perguruan tinggi di NTT yang terdampak gempa. Situs resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyebut Kemdiktisaintek sedang mempertimbangkan dukungan bagi perguruan tinggi swasta untuk perbaikan sarana pembelajaran dan laboratorium.

Data penerima masih dimutakhirkan

LLDIKTI Wilayah XV dan perguruan tinggi di NTT ikut menghimpun data mahasiswa terdampak. Dalam pemberitaan RRI dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, pemutakhiran data dilakukan agar bantuan pendidikan hanya diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar terdampak.

Sejumlah kampus di Flores juga menyiapkan penyesuaian akademik dan keringanan pembayaran. Universitas Nusa Cendana, misalnya, sebelumnya menyebut sejumlah opsi penundaan dan penyesuaian UKT bagi mahasiswa yang terdampak bencana.

Rencana bantuan UKT ini muncul setelah gempa yang berdampak pada sejumlah wilayah di NTT. Pada saat yang sama, pemerintah pusat dan perguruan tinggi di daerah itu terus memetakan kebutuhan mahasiswa dan fasilitas kampus yang rusak.

Dengan skema yang sudah diumumkan, mahasiswa terdampak diharapkan tetap dapat melanjutkan kuliah tanpa beban biaya penuh pada semester berjalan. Kebijakan lanjutan masih menunggu hasil pendataan dan evaluasi dampak bencana di lapangan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.