Kemdiktisaintek Siapkan Pembebasan UKT untuk 5.000 Mahasiswa NTT
Kemdiktisaintek menyiapkan pembebasan UKT satu semester bagi 5.000 mahasiswa terdampak gempa di NTT. Pemerintah membuka kemungkinan memperpanjang bantuan jika dampak bencana masih berlanjut.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyiapkan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi 5.000 mahasiswa terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Menteri Brian Yuliarto menyebut kebijakan itu masih akan menyesuaikan hasil pendataan di lapangan.
Brian menyampaikan rencana itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Menurut RRI dan Media Indonesia, pemerintah mengacu pada data awal sekitar 4.000 sampai 5.000 mahasiswa yang terdampak.
Kebijakan ini menjadi bantuan tahap awal untuk meringankan beban mahasiswa dan keluarganya setelah bencana. Brian mengatakan pembebasan UKT dapat diperpanjang satu semester lagi jika dampak gempa masih berlanjut dan bantuan tambahan masih diperlukan.
Bantuan berlaku satu semester
Pemerintah menyiapkan skema bantuan dalam bentuk pembebasan UKT, bukan sekadar keringanan sebagian. RRI dan sejumlah media lain yang mengutip pernyataan Brian melaporkan bahwa bantuan itu diberikan untuk satu semester terlebih dahulu.
Di tahap awal, pemerintah belum merinci besaran bantuan per mahasiswa. Pemerintah juga masih memutakhirkan data penerima agar bantuan tepat sasaran.
Selain mahasiswa, Kementerian juga memproses data perguruan tinggi di NTT yang terdampak gempa. Situs resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyebut Kemdiktisaintek sedang mempertimbangkan dukungan bagi perguruan tinggi swasta untuk perbaikan sarana pembelajaran dan laboratorium.
Data penerima masih dimutakhirkan
LLDIKTI Wilayah XV dan perguruan tinggi di NTT ikut menghimpun data mahasiswa terdampak. Dalam pemberitaan RRI dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, pemutakhiran data dilakukan agar bantuan pendidikan hanya diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar terdampak.
Sejumlah kampus di Flores juga menyiapkan penyesuaian akademik dan keringanan pembayaran. Universitas Nusa Cendana, misalnya, sebelumnya menyebut sejumlah opsi penundaan dan penyesuaian UKT bagi mahasiswa yang terdampak bencana.
Rencana bantuan UKT ini muncul setelah gempa yang berdampak pada sejumlah wilayah di NTT. Pada saat yang sama, pemerintah pusat dan perguruan tinggi di daerah itu terus memetakan kebutuhan mahasiswa dan fasilitas kampus yang rusak.
Dengan skema yang sudah diumumkan, mahasiswa terdampak diharapkan tetap dapat melanjutkan kuliah tanpa beban biaya penuh pada semester berjalan. Kebijakan lanjutan masih menunggu hasil pendataan dan evaluasi dampak bencana di lapangan.
Sumber
Berita berikutnya

BMKG Prakirakan Cuaca Tiga Wilayah Flores Kondusif
BMKG Sikka memprakirakan cuaca di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo pada Minggu, 20 September 2026 kondusif, dengan kondisi cerah hingga cerah berawa…
Baca juga


