Empat Warga Manggarai Timur Dievakuasi Udara ke RSUD Komodo
Tim SAR gabungan mengevakuasi melalui jalur udara empat warga Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, yang mengalami penurunan kondisi kesehatan pascagempa Flores.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Tim SAR gabungan mengevakuasi melalui jalur udara empat warga Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, yang mengalami penurunan kondisi kesehatan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di Flores. Menurut laporan Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman, keempat warga tersebut diterbangkan ke Labuan Bajo dan dirujuk ke RSUD Pratama Komodo di Kabupaten Manggarai Barat untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Evakuasi medis udara dilakukan pada Kamis, 27 Agustus 2026, menggunakan helikopter Dauphin milik Basarnas yang saat itu tengah menjalankan misi pendistribusian bantuan logistik dari Dharma Wanita Persatuan Basarnas di Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur. Fathur Rahman menjelaskan bahwa keputusan menggunakan jalur udara diambil karena kondisi pasien dinilai membutuhkan penanganan segera dan tidak memungkinkan menunggu evakuasi melalui jalur darat.
Keempat warga yang dievakuasi dilaporkan mengalami gangguan kesehatan berupa stroke, sesak napas, asma, dan pusing berat. Informasi mengenai kondisi medis mereka disampaikan Fathur Rahman sebagai koordinator misi SAR di wilayah tersebut.
Helikopter Dauphin mendarat di Bandara Komodo
Helikopter Dauphin Basarnas yang membawa empat warga Manggarai Timur tersebut terbang dari Lamba Leda Utara dan mendarat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, pada sekitar pukul 13.11 WITA. Setelah mendarat, tim segera memindahkan para pasien ke ambulans untuk dibawa menuju RSUD Pratama Komodo sebagai fasilitas rujukan.
Media nasional memberitakan detik-detik proses evakuasi, termasuk pemindahan pasien dari helikopter ke ambulans di Bandara Komodo. Laporan itu menegaskan bahwa evakuasi dilakukan tim SAR gabungan menggunakan Helikopter Dauphin dari Kecamatan Lamba Leda Utara menuju Bandara Komodo sebelum para pasien dirujuk ke rumah sakit.
RSUD Pratama Komodo di Manggarai Barat menjadi rumah sakit rujukan bagi korban gempa dari Manggarai Timur yang membutuhkan penanganan lebih intensif. Dalam periode tanggap darurat gempa, sejumlah pasien korban gempa dari Manggarai Timur tercatat dirawat di rumah sakit tersebut.
Bagian dari operasi SAR Gempa Flores
Evakuasi empat warga Manggarai Timur melalui jalur udara ini merupakan bagian dari Operasi SAR Bencana Gempa Flores yang dilaksanakan tim SAR gabungan. Dalam operasi tersebut, helikopter Basarnas disiagakan di Bandara Komodo untuk mendukung evakuasi medis bila dibutuhkan.
Sebelum evakuasi empat warga ini, tim SAR sudah beberapa kali menggunakan helikopter untuk memindahkan korban luka berat dari Manggarai Timur ke Labuan Bajo, baik dalam satuan maupun beberapa kloter. Penggunaan helikopter menjadi salah satu pilihan utama karena kerusakan infrastruktur dan jarak tempuh membuat akses darat ke fasilitas kesehatan rujukan terbatas.
Menurut laporan media, hingga pertengahan Agustus 2026 sejumlah korban luka berat dan pasien dengan kondisi kritis dari Manggarai Timur telah dievakuasi ke RSUD Komodo dan RSUD Pratama Komodo melalui jalur udara. Evakuasi pada 27 Agustus 2026 menambah daftar pasien yang dipindahkan ke Labuan Bajo dalam rangka penanganan pascabencana gempa.
Dampak gempa terhadap layanan kesehatan
Gempa bermagnitudo 7,7 di NTT berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk Manggarai Timur dan Manggarai Barat, serta fasilitas kesehatan di Labuan Bajo. Pemerintah daerah dan instansi terkait menyesuaikan layanan rumah sakit dan menyiapkan mekanisme rujukan bagi korban gempa yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Evakuasi empat warga Manggarai Timur pada akhir Agustus 2026 menunjukkan perlunya dukungan transportasi udara untuk menjembatani keterbatasan layanan kesehatan di wilayah terdampak menuju fasilitas rujukan di Labuan Bajo. Menurut Fathur Rahman, langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan warga yang kondisi kesehatannya menurun pascagempa dan tidak dapat menunggu proses evakuasi darat.
Sumber
- RRI Ende - Pasca Gempa M 7,7, Empat Warga Manggarai Timur Diterbangkan ke Mabar
- Metro TV - Detik-detik 4 Warga Korban Gempa NTT Dievakuasi Helikopter Basarnas
- Tirto.id - Gubernur NTT Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana 14 Hari
- Media Indonesia - Korban Tewas Gempa NTT Capai 51 Orang, Helikopter Disiagakan untuk Medis
- Flores Pikiran Rakyat - Sekretaris Komisi C DPRD Matim Kunjungi Pasien Korban Gempa di RSUD Komodo
Berita berikutnya

Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Capai 2.500 Meter
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur erupsi pada 27 Agustus 2026 pukul 08.30 WITA. Kolom abu setinggi sekitar 2.500 meter teramati bergerak ke ba…
Baca juga



