Empat Prioritas Werry Tan Agar Labuan Bajo Naik Kelas
Pengusaha dan bankir asal Labuan Bajo, Werry Tan, memaparkan empat prioritas agar Labuan Bajo naik kelas sebagai destinasi internasional: penambahan kapasitas hotel, perluasan bandara, pembangunan marina, dan penguatan pasokan bahan bakar.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Pengusaha dan bankir asal Labuan Bajo, Werry Tan, menilai daerah ini perlu memperkuat akomodasi, bandara, marina, dan pasokan bahan bakar agar dapat naik kelas sebagai destinasi wisata internasional.
Pandangan tersebut disampaikan dalam forum Kadin Diplomatic Economic Breakfast di Jakarta pada 11 September 2026, sebagaimana dilaporkan Investortrust dan sejumlah media ekonomi nasional.
Menurut Investortrust, Werry menjelaskan bahwa pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo belum sepenuhnya diimbangi oleh ketersediaan kamar hotel, kapasitas bandara, fasilitas marina, dan pasokan bahan bakar yang memadai.
Empat kebutuhan utama yang ia soroti meliputi penambahan kapasitas hotel, perluasan bandara dan perpanjangan landasan pacu, pembangunan marina internasional berkelas dunia, serta penguatan infrastruktur bahan bakar.
Data dan pokok pandangan Werry:
- Jumlah kamar hotel di Labuan Bajo disebut masih kurang dari sekitar 3.000 kamar.
- Di kawasan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo beroperasi lebih dari 100 dan diperkirakan mendekati 200 kapal wisata, yacht, kapal pinisi, serta kapal premium.
- Empat prioritas pengembangan mencakup hotel, bandara, marina, dan pasokan bahan bakar.
Akomodasi dan konektivitas
Investortrust menulis, Werry menekankan pentingnya penambahan kamar hotel dari kelas menengah hingga akomodasi berstandar internasional.
Penambahan kapasitas akomodasi dinilai bukan hanya memungkinkan Labuan Bajo menerima lebih banyak wisatawan, tetapi juga mendorong masa tinggal yang lebih panjang dan belanja wisatawan di daerah.
Dalam laporan lain tentang forum yang sama, Werry disebut sebagai pelaku usaha dan perbankan dari Labuan Bajo yang menggarisbawahi kebutuhan peningkatan kapasitas hotel dan bandara sebagai bagian dari strategi membawa Labuan Bajo memasuki tahap pertumbuhan berikutnya.
Masih dalam paparan yang dirangkum Investortrust, Werry mendorong perluasan bandara dan perpanjangan landasan pacu agar Labuan Bajo dapat membuka lebih banyak penerbangan internasional langsung dan menerima pesawat berbadan lebar.
Peningkatan kapasitas bandara dipandang akan memangkas waktu perjalanan, memperkuat konektivitas dengan pasar wisata utama, serta meningkatkan daya tarik Labuan Bajo bagi maskapai dan operator perjalanan internasional.
Marina dan pasokan bahan bakar
Prioritas ketiga yang dijelaskan Werry adalah pembangunan marina internasional berkelas dunia yang mampu melayani kapal wisata, yacht, kapal pinisi, dan kapal premium yang beroperasi di Labuan Bajo dan sekitarnya.
Investortrust mencatat, jumlah kapal yang beroperasi di kawasan tersebut telah mencapai lebih dari 100 unit dan diperkirakan mendekati 200 unit, sehingga membutuhkan fasilitas sandar, perawatan kapal, pengisian bahan bakar, layanan teknis, serta dukungan akomodasi dan restoran.
Prioritas keempat adalah penguatan pasokan bahan bakar dan penataan lokasi depot agar lebih dekat dan andal.
Werry menilai ketersediaan bahan bakar saat ini masih mengalami kendala pada waktu-waktu tertentu, sementara lokasi fasilitas penyimpanan dinilai belum ideal untuk mendukung kegiatan wisata dan usaha di Labuan Bajo.
Dalam berbagai pernyataannya yang dikutip media, Werry menekankan bahwa permintaan terhadap pariwisata Labuan Bajo sudah terbentuk.
Tantangannya adalah menghadirkan investasi dan infrastruktur yang mampu menopang pertumbuhan tanpa menurunkan kualitas pelayanan maupun daya tarik alam kawasan, dengan fokus pada hotel, bandara, marina, dan pasokan bahan bakar.
Sumber
Berita berikutnya

Pascagempa Flores, Pemulihan Pariwisata Dibaca lewat Akses, Atraksi, Amenitas
Gempa magnitudo 7,7 di kawasan Mbay–Nagekeo pada 15 Agustus 2026 memukul ekosistem pariwisata Flores. Kemenpar dan BPOLBF memulihkan sektor ini dengan…

