Kunjungan Wisatawan NTT Naik Jadi 1,84 Juta pada 2025
Pemerintah Provinsi NTT melaporkan kunjungan wisatawan naik dari 1,56 juta pada 2024 menjadi 1,84 juta pada 2025. BPS NTT mempublikasikan angka total 1.840.488 wisatawan dan data mancanegara yang ikut menguatkan tren itu.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan jumlah kunjungan wisatawan naik dari 1,56 juta pada 2024 menjadi 1,84 juta pada 2025. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan data itu dalam pidato pembangunan di Aula Fernandez, Gedung Sasando, Kupang, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dalam laporan yang dikutip dari pemprov dan BPS NTT, kenaikan itu setara dengan tambahan sekitar 280 ribu kunjungan, atau hampir 18 persen secara tahunan. Dari total kunjungan 2025, lebih dari 472 ribu disebut berasal dari wisatawan mancanegara, sementara sekitar 1,37 juta lainnya merupakan wisatawan nusantara.
Pemerintah provinsi juga mencatat rata-rata lama tinggal wisatawan naik dari 1,49 hari pada 2024 menjadi 1,67 hari pada 2025. Data yang dipublikasikan BPS NTT melalui portal statistik daerah menampilkan angka total wisatawan 2025 sebesar 1.840.488 orang, dengan keterangan bahwa angka itu merupakan total wisatawan yang berkunjung ke daya tarik wisata di dalam provinsi NTT.
Pariwisata jadi penopang ekonomi daerah
Dalam dokumen kinerja pemerintah provinsi, kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto NTT pada 2025 tercatat 7,71 persen. Pemerintah daerah juga menyebut NTT memiliki 1.637 daya tarik wisata pada 2024 serta 291 ribu kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun yang sama.
Selain itu, BPS NTT dalam siaran pers 1 September 2025 mencatat aktivitas pariwisata pada Juli 2025 masih bergerak naik. Wisatawan mancanegara yang masuk ke NTT mencapai 25.155 kunjungan, sedangkan perjalanan wisatawan nusantara menuju NTT mencapai 981.528 perjalanan pada bulan yang sama.
Labuan Bajo tetap menjadi bagian penting dari peta pariwisata NTT karena berstatus destinasi prioritas dan pintu masuk wisatawan ke barat Flores. Namun, data yang dikutip dalam laporan itu tidak memisahkan angka khusus untuk Labuan Bajo, sehingga kontribusinya terhadap total provinsi belum dapat dilihat dari data yang sama.
Agenda penguatan destinasi
Untuk menjaga tren tersebut, pemerintah provinsi menempatkan penguatan destinasi, promosi digital, kalender kegiatan, dan peningkatan kapasitas pelaku lokal sebagai agenda utama. Dokumen kinerja provinsi juga menyinggung pelatihan bagi UMKM, pengelola desa wisata, kelompok sadar wisata, dan pemandu lokal.
Dalam pemaparan kinerja daerah, empat desa wisata NTT masuk 15 besar Lomba Desa Wisata Nusantara 2025, sementara Kampung Prai Ijing di Kabupaten Sumba Barat meraih ASEAN Sustainable Tourism Awards 2026. Pemerintah provinsi menilai capaian itu memperlihatkan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat mulai memberi hasil.
Data yang dipakai dalam laporan ini menunjukkan pariwisata tetap menjadi salah satu motor utama ekonomi NTT. Pertumbuhan kunjungan pada 2025, kenaikan lama tinggal, dan kontribusi terhadap PDRB menjadi dasar pemerintah daerah untuk melanjutkan promosi dan penguatan destinasi pada 2026.
Sumber
Berita berikutnya

Pascagempa Flores, Pemulihan Pariwisata Dibaca lewat Akses, Atraksi, Amenitas
Gempa magnitudo 7,7 di kawasan Mbay–Nagekeo pada 15 Agustus 2026 memukul ekosistem pariwisata Flores. Kemenpar dan BPOLBF memulihkan sektor ini dengan…
Baca juga




