Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pertamina Alihkan Suplai BBM ke Labuan Bajo Lewat Kapal Feri

Pertamina mengalihkan distribusi BBM ke Labuan Bajo melalui kapal feri setelah akses jalur darat Ruteng–Labuan Bajo terdampak gempa pada 15 Agustus 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Pertamina mengalihkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, melalui jalur laut menggunakan kapal feri setelah akses darat dari Ruteng menuju Labuan Bajo sempat terputus akibat gempa bumi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut pemberitaan sejumlah media nasional, kurang dari dua hari setelah jalur darat terdampak, Pertamina mengirim kapal feri yang mengangkut truk tangki BBM menuju Labuan Bajo untuk menjaga pasokan energi di wilayah Manggarai Barat dan sekitarnya.

Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan meninjau Fuel Terminal Labuan Bajo pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan pasokan BBM tetap aman dan distribusi energi berjalan lancar setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah di Flores.

Dalam pernyataannya yang dikutip media, Iriawan mengapresiasi respons cepat jajaran Pertamina ketika akses jalan dari Ruteng ke Labuan Bajo sempat terputus sehingga truk tangki tidak dapat melintas. Ia menyebut pengiriman BBM melalui kapal feri sebagai langkah untuk mencegah gangguan distribusi berkembang menjadi kelangkaan.

Pengalihan distribusi via laut

Media bisnis dan televisi berita nasional memberitakan bahwa Pertamina mengirim kapal feri yang membawa 11 truk tangki BBM ke Labuan Bajo, dengan jalur laut dipilih sebagai alternatif sementara pengiriman melalui darat belum dapat dilakukan secara normal.

Pengiriman ini menjadi bagian dari skema pengalihan suplai dari Bima, Nusa Tenggara Barat, ke Flores. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, Pertamina mengirim 16 mobil tangki dari Bima ke Labuan Bajo dan sebelumnya juga telah mengirim 11 mobil tangki BBM melalui penyeberangan Sape menuju Labuan Bajo dan sejumlah wilayah di Flores.

Menurut Ahad, pengiriman menggunakan kapal feri memiliki keterbatasan kapasitas karena mobil tangki yang dibawa berukuran delapan hingga 16 kiloliter. Setelah melakukan pengisian di Labuan Bajo dan sekitarnya, 11 mobil tangki tersebut kembali ke Bima untuk melanjutkan pola suplai rutin.

Stok BBM dan pemulihan jalur darat

Dalam laporan mengenai kunjungan ke Labuan Bajo, Iriawan menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan internal, stok BBM di sejumlah wilayah Flores berada di atas batas normal. Ketahanan pasokan di wilayah yang paling aman diperkirakan mencapai sekitar 11 hari sebelum pengiriman berikutnya.

Lembaga pengatur hilir migas menyatakan bahwa ketersediaan BBM di Labuan Bajo dan wilayah Flores dalam kondisi cukup dan aman pascabencana. Sejumlah jalur utama yang sebelumnya terdampak dilaporkan sudah dapat dilalui kembali, sehingga mobilisasi BBM dari Fuel Terminal Labuan Bajo dan Fuel Terminal Reo berjalan lebih baik.

Direktur utama salah satu perusahaan distribusi BBM menyebut jalur darat dari Reo, Maumere, dan Ende kembali terhubung. Kondisi ini mendukung penyaluran BBM ke berbagai daerah di Flores melalui moda darat.

Media lain memberitakan bahwa dari delapan terminal BBM di Nusa Tenggara Timur, tujuh sudah beroperasi normal, sedangkan satu terminal di Reo masih dalam proses pemeriksaan sebelum beroperasi kembali. Untuk menjaga pasokan energi di Labuan Bajo, Pertamina juga mengalihkan suplai dari Bima melalui Pelabuhan Sape dengan membawa BBM dan avtur.

Dampak gempa dan layanan energi

Sejumlah laporan menyebut gempa bumi pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan pada fasilitas energi dan infrastruktur jalan di Flores, termasuk gangguan pada akses ke Fuel Terminal Reo dan jalur Ruteng–Labuan Bajo. Pertamina melaporkan bahwa sebagian besar SPBU di Flores kembali beroperasi dalam beberapa hari setelah gempa, meski sebagian fasilitas masih dihentikan sementara karena terdampak.

Untuk memastikan layanan energi tetap berjalan, Pertamina menyiapkan jalur distribusi alternatif, termasuk jalur laut dan rute darurat untuk pasokan avtur ke Bandara Komodo, serta penguatan pasokan melalui Fuel Terminal Labuan Bajo yang melayani sejumlah SPBU dan Pertashop di wilayah Manggarai Barat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.