Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Tiga Korban Luka Berat Gempa Manggarai Timur Dievakuasi ke Labuan Bajo

Tiga korban luka berat gempa magnitudo 7,7 di Manggarai Timur, termasuk seorang anak perempuan 5 tahun, diterbangkan dengan helikopter Basarnas ke Labuan Bajo pada Selasa, 18 Agustus 2026 untuk mendapat perawatan medis darurat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Tiga korban luka berat gempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, dievakuasi dengan helikopter Basarnas ke Labuan Bajo pada Selasa, 18 Agustus 2026. Ketiganya mengalami patah tulang dan dislokasi tulang serta membutuhkan penanganan medis darurat, menurut keterangan Kepala Basarnas Mohammad Syafii.

Salah satu korban adalah anak perempuan berusia 5 tahun. Dua korban lainnya adalah orang dewasa yang juga menderita cedera serius akibat reruntuhan bangunan saat gempa. Ketiga korban merupakan warga Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.

Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 milik Basarnas, yang disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Helikopter itu dikerahkan setelah Tim SAR gabungan menerima informasi mengenai tiga korban dengan kondisi fraktur dan dislokasi tulang yang memerlukan rujukan cepat ke fasilitas kesehatan di Labuan Bajo.

Jalur evakuasi dan rumah sakit rujukan

Menurut penjelasan Mohammad Syafii, helikopter Dauphin Basarnas lepas landas dari Bandara Komodo dan tiba di Posko Utama Satar Kampas di wilayah Ronting, Manggarai Timur, pada sekitar pukul 10.28 WITA untuk menjemput tiga korban pertama. Setelah proses pemindahan, helikopter membawa para korban menuju Labuan Bajo dan mendarat dengan selamat di Bandara Komodo pada pukul 11.00 WITA.

Setibanya di Bandara Komodo, seluruh korban langsung dibawa ke fasilitas kesehatan rujukan di Labuan Bajo. Sejumlah laporan menyebut para korban ditangani di RSUD Pratama Komodo maupun RS Siloam Labuan Bajo. Penanganan medis dilakukan oleh tim dokter dan tenaga kesehatan yang telah disiagakan sebagai bagian dari respon darurat pascagempa.

Syafii menjelaskan evakuasi udara korban luka berat dilakukan bertahap dengan memprioritaskan pasien yang membutuhkan layanan segera. Kloter pertama membawa tiga korban, termasuk anak perempuan berusia 5 tahun, sementara kloter berikutnya menerbangkan empat korban lainnya sehingga total tujuh korban luka berat berhasil dievakuasi ke Labuan Bajo hingga Selasa sore.

Konteks gempa Manggarai Timur

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Manggarai Timur mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan bangunan di Flores bagian timur dan barat. Di Manggarai Timur, sejumlah warga mengalami cedera berat seperti patah tulang, dislokasi, trauma tulang belakang, dan luka parah pada tangan, sehingga memerlukan rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap di Labuan Bajo.

Basarnas mengerahkan helikopter Dauphin HR-3604 dan tim SAR gabungan untuk membuka jalur evakuasi udara dari posko-posko di Manggarai Timur menuju Labuan Bajo. Selain tiga korban pada kloter pertama, evakuasi udara berlanjut dalam beberapa hari berikutnya, termasuk penerbangan korban lansia dan korban kritis lainnya.

Menurut RRI dan Detik, hingga 18–19 Agustus 2026 total tujuh korban luka berat dari Manggarai Timur telah diterbangkan ke Labuan Bajo menggunakan helikopter Basarnas. Operasi ini menjadi bagian dari upaya mempercepat akses layanan medis bagi warga di wilayah terdampak gempa yang lokasinya jauh dari rumah sakit rujukan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.