Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pascagempa Flores, Pemulihan Pariwisata Dibaca lewat Akses, Atraksi, Amenitas

Gempa magnitudo 7,7 di kawasan Mbay–Nagekeo pada 15 Agustus 2026 memukul ekosistem pariwisata Flores. Kemenpar dan BPOLBF memulihkan sektor ini dengan kerangka aksesibilitas, atraksi, dan amenitas, sambil menjaga keselamatan wisatawan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Site of Itza Maya stronghold of Tayasal, conquered by Spanish in 1697, digital copy of print.
Foto arsip: Site of Itza Maya stronghold of Tayasal, conquered by Spanish in 1697, digital copy of print. · Foto: Gary Todd / Wikimedia Commons, CC0

Labuan Bajo — Pemulihan pariwisata Flores pascagempa magnitudo 7,7 di kawasan Mbay–Nagekeo pada Sabtu, 15 Agustus 2026, berlangsung bertahap dan tidak seragam antar destinasi. Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memantau dampak gempa terhadap akses, atraksi, dan amenitas pariwisata di Flores serta kawasan sekitarnya.

Menurut Kementerian Pariwisata, gempa berkedalaman sekitar 15 kilometer itu dirasakan hingga Labuan Bajo dan berdampak pada fasilitas pariwisata di sejumlah wilayah. Pemerintah pusat menempatkan keselamatan wisatawan dan pelaku usaha sebagai prioritas dalam penanganan darurat dan fase pemulihan.

Dalam berbagai penjelasan resmi, Kemenpar dan BPOLBF menekankan pentingnya pemulihan ekosistem pariwisata melalui tiga komponen utama: aksesibilitas, atraksi, dan amenitas yang saling terkait. Kerangka ini menjadi rujukan untuk mengukur kesiapan destinasi menerima kembali kunjungan wisatawan.

Akses: pelabuhan dan pelayaran menuju Komodo berangsur normal

Pada aspek aksesibilitas, Kemenpar menyatakan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo mulai berangsur normal beberapa hari setelah gempa. Berdasarkan pemantauan BPOLBF, Pelabuhan Marina Labuan Bajo kembali beroperasi normal dan akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo dibuka kembali.

Aktivitas wisata di Pulau Padar, Loh Liang di Pulau Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca, dan Gili Lawa juga dilaporkan telah kembali berjalan normal, dengan kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 2.000 orang per hari pada 17 Agustus 2026. BPOLBF membuka layanan hotline pariwisata untuk menyediakan informasi terkini bagi wisatawan dan pelaku usaha.

Kemenpar tetap mengingatkan bahwa normalisasi akses di Labuan Bajo dan Komodo tidak berarti seluruh rute dan wilayah di Flores bebas kendala. Sejumlah titik wisata di daerah lain masih menghadapi gangguan jaringan komunikasi dan pasokan listrik.

Atraksi: sebagian destinasi dibuka, lainnya tetap ditutup sementara

Gempa menyebabkan kerusakan pada sejumlah daya tarik wisata di Flores dan Nusa Tenggara Timur. Menurut Kemenpar, beberapa objek wisata unggulan harus ditutup sementara sebagai langkah antisipasi keselamatan wisatawan.

Berdasarkan hasil verifikasi lapangan BPOLBF, Kampung Adat Wae Rebo dan Ruteng Pu'u di Kabupaten Manggarai ditutup sementara. Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende juga ditutup akibat material longsoran di dinding kawah. Taman Wisata Alam Laut Gugus Pulau Teluk Maumere di Kabupaten Sikka menghentikan operasinya, sedangkan beberapa titik wisata di Ngada dan Nagekeo masih terkendala komunikasi dan listrik.

Di sisi lain, aktivitas pariwisata di Labuan Bajo dan sejumlah kawasan di Taman Nasional Komodo dilaporkan berangsur normal. Keputusan membuka atau menutup destinasi dilakukan berdasarkan pemeriksaan lapangan terhadap keamanan bangunan, kondisi jalur, dan situasi lingkungan. Penutupan sementara menjadi instrumen keselamatan sampai destinasi dinyatakan laik kembali menerima wisatawan.

Amenitas: hotel dan fasilitas pariwisata terdampak kerusakan

Kemenpar mencatat sejumlah hotel dan fasilitas pendukung pariwisata mengalami kerusakan akibat gempa. Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan struktur pada beberapa bagian bangunan, sehingga tamu dan karyawan harus dievakuasi. Hotel Papita di Mbay juga dilaporkan terdampak dan masih dalam proses pendataan tingkat kerusakannya.

Sementara itu, beberapa hotel di Labuan Bajo seperti Ayana, Ta’aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah dilaporkan dalam kondisi aman. Sejumlah restoran dan lokasi wisata lain di Labuan Bajo serta kawasan sekitarnya juga tercatat mengalami kerusakan, dan ratusan wisatawan dievakuasi dari Pulau Padar dan titik-titik wisata lain.

Dampak terhadap amenitas menunjukkan bahwa pemulihan pariwisata tidak cukup diukur dari dibukanya kembali jalur transportasi atau destinasi utama. Akomodasi, layanan makanan, sanitasi, dan fasilitas pendukung lain perlu diperiksa dan dinyatakan aman sebelum dapat beroperasi kembali penuh.

Pemulihan bertahap dan kebutuhan informasi terukur

Data BPBD NTT per 18 Agustus 2026 mencatat 69 orang meninggal, 331 orang luka-luka, dan 34.689 orang mengungsi akibat gempa. Angka ini menggambarkan skala gangguan terhadap kehidupan masyarakat di Flores, termasuk mereka yang bergantung pada sektor pariwisata.

Kemenpar dan BPOLBF menekankan pentingnya informasi terukur mengenai status destinasi, akses, dan amenitas agar wisatawan serta pelaku usaha dapat merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, bukan sekadar status “dibuka”. Layanan hotline dan verifikasi berkala menjadi alat untuk mengurangi kesimpangsiuran informasi.

Dengan kerangka aksesibilitas, atraksi, dan amenitas, pemulihan pariwisata Flores pada paruh kedua Agustus 2026 lebih tepat dipahami sebagai proses bertahap. Sebagian destinasi dan fasilitas di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo mulai normal, sementara sejumlah kampung adat, taman nasional, dan kawasan pesisir di kabupaten lain masih ditutup atau terbatas operasinya demi keselamatan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.