BPOLBF Perkuat Kolaborasi Menjelang Festival Golo Koe 2026
BPOLBF memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan, pengembangan aplikasi pariwisata Gendang Mabar, serta Travel Pattern ziarah religi Katolik menjelang Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 pada 10–15 Agustus…
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memperkuat koordinasi menjelang pelaksanaan Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 melalui forum Diskusi Kolaborasi Bersama Media (DISKORIA) dan Bincang Kepariwisataan di Labuan Bajo pada Juli 2026.
Menurut BPOLBF dalam keterangan resmi, forum tersebut mengusung tema penguatan produk pariwisata dan tata kelola destinasi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, komunitas, dan media.
BPOLBF mendorong promosi bersama, penyusunan paket wisata terintegrasi, serta penyediaan informasi resmi mengenai destinasi, agen perjalanan, dan operator tur yang telah terverifikasi. Langkah ini diarahkan untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo dan wilayah Flores serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Agenda Festival Golo Koe 2026
BPOLBF menjelaskan Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 mengangkat tema ziarah komunal dalam persekutuan sinergis untuk merawat keutuhan ciptaan, dengan puncak rangkaian pada 10–15 Agustus 2026.
Venue utama festival berada di Waterfront Kawasan Marina Labuan Bajo dan Gua Maria Golo Koe. Rangkaian kegiatan mencakup pameran usaha mikro, kecil, dan menengah serta kuliner, pentas seni budaya, karnaval budaya, teater budaya Manggarai, pertunjukan caci, prosesi akbar Maria Assumpta Nusantara, perayaan Ekaristi Akbar, serta konser seni dan musik.
Festival ini berakar pada tradisi dan devosi Katolik di Manggarai Barat dengan Gua Maria Golo Koe sebagai salah satu titik ziarah utama. Penguatan wisata religi diharapkan dapat memperkaya produk wisata, memperkuat citra Labuan Bajo sebagai destinasi yang memadukan alam, budaya, dan spiritualitas, serta membuka ruang lebih luas bagi pelaku usaha lokal di sektor kuliner, ekonomi kreatif, jasa perjalanan, dan pemandu wisata.
Digitalisasi Informasi Wisata
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengembangkan aplikasi Gendang Mabar sebagai platform layanan informasi, promosi, dan pengelolaan sektor pariwisata di daerah itu. Aplikasi ini dirancang sebagai gerbang digital yang mengintegrasikan sistem informasi destinasi, pembelian tiket, dan verifikasi pelaku wisata.
Pengembangan Gendang Mabar dilakukan dengan integrasi ke sistem digital SIORA milik Balai Taman Nasional Komodo. Integrasi tersebut mencakup sinkronisasi dan verifikasi data pelaku usaha pariwisata, penyediaan fitur reservasi tiket dan promosi daya tarik wisata yang dikelola pemerintah daerah, serta pertukaran data kunjungan wisata.
Pemerintah daerah menargetkan sistem terpadu Gendang Mabar dan SIORA menjadi rujukan informasi resmi bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo dan Manggarai Barat, sehingga meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kualitas layanan wisata.
Travel Pattern Ziarah Religi Katolik
BPOLBF sejak 2024 mengembangkan Travel Pattern atau peta perjalanan pariwisata religi Katolik sebagai bagian dari penguatan wisata ziarah di Labuan Bajo Flores. Travel Pattern Labuan Bajo diluncurkan pada 10 Agustus 2024 dan mencakup 12 titik lokasi gereja, Gua Maria, dan sarana devosi di dalam kota.
BPOLBF bersama otoritas Gereja Katolik kemudian meluncurkan Travel Pattern Wisata Religi Katolik Pulau Flores yang memuat 54 titik ziarah, mencakup gereja, kapela, Gua Maria, taman doa, situs sejarah religi, dan rumah retret yang tersebar dari Flores bagian barat hingga timur.
Dokumen Travel Pattern tersebut menempatkan Gua Maria Golo Koe dan prosesi patung Bunda Maria Assumpta Nusantara sebagai salah satu ikon wisata religi di Labuan Bajo, yang terhubung dengan festival tahunan Golo Koe. Pola perjalanan ini diharapkan memandu peziarah dan wisatawan untuk menjelajahi jaringan destinasi religi di Flores secara terencana dan berkelanjutan.
Sumber
- BPOLBF – Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
- The Jakarta Post – Launching a travel pattern for Catholic religious tourism on Flores Island
- Info Mabar – Kick Off Aplikasi "Gendang Mabar", Pemkab Mabar Sinkronkan Data dengan SIORA dari TNK
Berita berikutnya

BMKG Prakirakan Cuaca Tiga Wilayah Flores Kondusif
BMKG Sikka memprakirakan cuaca di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo pada Minggu, 20 September 2026 kondusif, dengan kondisi cerah hingga cerah berawa…
Baca juga


